EVALUASI ASPEK FARMASETIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SECARA IN-VITRO KIT DIAGNOSTIK 99mTc-KANAMYCIN
DOI:
https://doi.org/10.17146/gnd.2015.18.1.2786Keywords:
preklinis, kanamycin, diagnostic, infeksiAbstract
EVALUASI ASPEK FARMASETIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SECARA IN-VITRO KIT DIAGNOSTIK
99mTc-KANAMYCIN. Angka kematian akibat infeksi dari tahun ke tahun terus meningkat. Berbagai usaha terus
dilakukan guna menekan angka kematian yang ada, salah satu contohnya dengan pengembangan metode
diagnostik berbasis nuklir. 99mTc-Kanamycin merupakan kit diagnostik potensial untuk dikembangkan menjadi
senyawa bertanda yang dapat digunakan dalam mendiagnosis penyakit infeksi. Kanamycin adalah sebuah
antibiotik berspektrum kerja luas yang telah lama digunakan dalam menekan pertumbuhan bakteri baik itu
bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Selain harus memenuhi standar sifat fisika dan kimia, 99mTcKanamycin juga harus melalui tahapan uji preklinis sebelum diuji cobakan pada manusia (uji klinis). Berbagai
aspek farmasetik yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi uji sterilitas, uji pirogenitas dan uji toksisitas,
serta uji aktivitas antibakteri. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa sediaan 99mTc-Kanamycin steril, bebas
pirogen, tidak toksik dan daya hambat terhadap bakteri relatif sama dengan Kanamycin tidak bertanda
radioaktif. Uji uptake sediaan terhadap bakteri optimum pada waktu 24 jam inkubasi pada suhu 37oC. Hasil uji
uptake maupun uji daya hambat terhadap bakteri menunjukkan bahwa 99mTc-Kanamycin lebih aktif terhadap
bakteri S.aureus dibandingkan terhadap E.coli.