KINETIKA PELINDIAN TITANIUM DALAM ILMENIT MEMAKAI HCl
DOI:
https://doi.org/10.17146/gnd.2015.18.1.2850Keywords:
kinetika, pelindian, Ti, HClAbstract
KINETIKA PELINDIAN TITANIUM DALAM ILMENIT MEMAKAI HCl. Telah dilakukan penelitian pelindian
ilmenit dari tailing pengolahan pasir zirkon. Tailing pengolahan pasir zirkon mengandung Zr, Ti, Nb dan Fe.
Pada penelitian ini akan dilakukan penentuan kinetika pelindian Ti dalam ilmenit memakai HCl. Pada
penentuan laju reaksi meliputi pengaruh perbandingan HCl dengan berat ilmenit, M HCl dan suhu reaksi.
Percobaan untuk menentukan tetapan laju reaksi dilakukan dengan memvariasi suhu reaksi dengan parameter
waktu mulai 0 sampai 250 menit dan suhu proses mulai 70 oC sampai 108 oC. Dari hasil penelitian dapat
diambil kesimpulan bahwa semakin besar perbandingan HCl dengan berat ilmenit, M HCl dan suhu reaksi, laju
reaksi semakin cepat. Pada perbandingan HCl dengan berat ilmenit = 4 – 20, laju reaksi rata- rata selama 50
menit dan laju reaksi sesaat pada 50 menit pertama berkisar antara 0,0012 – 0,0026 gmol/(l.menit). Laju reaksi
rata-rata selama 250 menit antara 0,0005 – 0,0007 gmol/(l.menit) dan laju reaksi sesaat pada 50 menit terakhir
sebesar 0,0000 – 0,0001 gmol/(l.menit). Pada pengaruh M HCl = 8 – 12,23 M, laju reaksi rata-rata selama 50
menit dan laju reaksi sesaat pada 50 menit pertama berkisar antara 0,0021–0,0032 gmol/(l.menit). Laju reaksi
rata-rata selama 250 menit berkisar antara 0,0004 – 0,0006 gmol/(l.menit) dan laju reaksi sesaat pada 50 menit
terakhir sebesar 0,0000 – 0,0001 gmol/(l.menit). Pada pengaruh suhu reaksi, laju reaksi semakin cepat. Laju
reaksi rata-rata selama 50 menit dan laju reaksi sesaat pada 50 menit pertama berkisar antara 0,0012 – 0,0032
gmol/(l.menit). Laju reaksi rata-rata selama 250 menit berkisar antara 0,0002 – 0,0006 gmol/(l.menit) dan laju
reaksi sesaat pada 50 menit terakhir sebesar 0,0000 – 0,0001 gmol/(l.menit). Reaksi pelindian Ti dalam ilmenit
merupakan reaksi orde kedua, hubungan antara suhu (T) dengan tetapan laju reaksi (k), - ln k = 3333,2/T1,3685 atau k = 1,3685.e- 3333,2/T, faktor frekuensi A = 1446 dan energi aktivasi E = 27,712 kJ/mol.