Reaksi Karbotermik Nickeliferous Sintetik dengan Campuran Batubara Subbituminous dan Sulfur Kadar Tinggi

Main Article Content

Iwan Setiawan

Abstract

Konsumsi nikel dunia semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan material nikel untuk energi, kontstruksi dan kimia. Padahal kandungan nikel dalam bijih semakin menurun. Sehingga perlu meningkatkan kadar nikel dalam bijih kadar rendah dengan berbagai metoda. Peningkatan konsentrasi nikel dapat dilakukan dengan reduksi selektif bijih kadar rendah yaitu nickeliferous. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar sulfur tinggi dan pengaruh waktu milling  nilai recovery nikel dan besi. Reduksi dilakukan terhadap campuran dari nickeliferous sintetik, subbituminous, dan sulfur hasil dari proses milling. Nilai recovery unsur Ni dan Besi diuji oleh AAS pada fraksi magnetik. Pada variasi penambahan sulfur, nilai recovery nikel dan besi tertinggi berada pada sampel pada penambahan 34,5% sulfur. Sedangkan pada variasi waktu milling, nilai recovery nikel dan besi tertinggi berada pada sampel dengan penambahan 52% sulfur pada 20 ja milling. Berdasarkan  hasil XRD diketahui bahwa puncak SiO2 masih muncul pada pencampuran sampel dengan cara di aduk mengunakan mortar. senyawa SiO2 serta semua jenis sampel tidak terdeteksi senyawa ferronickel (FeNi). Dari hasil pemetaan EDS, hampir semua jenis sampel memperlihatkan senyawa nikel sulfida (NiS).




Article Details

How to Cite
Setiawan, I. (2019). Reaksi Karbotermik Nickeliferous Sintetik dengan Campuran Batubara Subbituminous dan Sulfur Kadar Tinggi. Jurnal Metalurgi, 34(3), 131–140. https://doi.org/10.14203/metalurgi.v34i3.487
Section
Articles