Hubungan Kesehatan Terumbu Karang dengan Kelimpahan ikan Karang dan Makrozoobentos di Perairan Desa Les, Bali
DOI:
https://doi.org/10.14203/oldi.2022.v7i2.381Keywords:
Bali, gangguan kesehatan, penyakit karang, terumbu karangAbstract
Kerusakan karang memberi dampak negatif bagi nelayan ikan hias dan karang hias. Kondisi tersebut juga berdampak pada prevalensi penyakit karang dan biota sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kimia fisik perairan, kondisi, penyakit dan gangguan kesehatan pada terumbu karang, serta mengetahui hubungan prevalensi penyakit dan gangguan kesehatan terumbu karang dengan kepadatan ikan karang dan makrozoobentos di perairan Desa Les, Bali. Metode Line Intercept Transect (LIT) dan belt transect digunakan untuk pengambilan data terumbu karang dan makrozoobentos, serta metode Underwater Visual Census (UVC) untuk data ikan karang. Hasil yang diperoleh menunjukkan kondisi terumbu karang dengan kriteria sedang dan buruk, dengan indeks keanekaragaman kategori sedang, dominansi yang renda h, keseragaman jenis labil hingga stabil dan indeks penyebaran seragam. Pigmentation respons merupakan gangguan kesehatan karang yang paling banyak ditemukan. Hubungan antara penyakit karang denganikankarang dan dengan makrozoobentos diperoleh hasil korelasi negatif dengan nilai koefisien masing-masing mendekati 1. Semakin tinggi prevalensi penyakit dan gangguan kesehatan karang maka semakin rendah kepadatan makrozoobentos.





