The Ritual Of Mbah-Mbeh Stone And Its Meaning For The Community Of Watugaluh Village, Jombang
Main Article Content
Abstract
This research focuses on the rituals related to the ancient stone “Mbah-Mbeh,” which is still preserved by the community of Watugaluh Village, Diwek District, Jombang Regency, East Java. The stone, believed to possess supranatural powers, serves as the center of various rituals to seek blessings, fertility, and protection. Using a phenomenological approach and qualitative descriptive methods, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The findings showed that belief in the Mbah-Mbeh stone plays an important role in the spiritual and social life of the community. These rituals connected Islamic teachings, Javanese traditions, and local dynamism, while also serving as a form of ancestral reverence and a social bond that strengthens community cohesion and identity in the midst of modernization.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
References
Adiwibawa, Danang Nur. 2024. “Pengaruh Penting Agama Dan Tradisi Spiritual Dalam Membentuk Identitas Psikologis Masyarakat Sasak Di Lombok.” Nusantara Hasana Journal 3 (12): 111–19. https://doi.org/10.59003/nhj.v3i12.1404.
Afriansyah, Ardi, dan Trisna Sukmayadi. 2022. “Nilai Kearifan Lokal Tradisi Sedekah Laut Dalam Meningkatkan Semangat Gotong Royong Masyarakat Pesisir Pantai Pelabuhan Ratu.” Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial 3 (1): 38–54. https://doi.org/10.23917/sosial.v3i1.549.
Agustin, Afifah Yulan, dan Khoirun Nikmah. 2025. “Situs Menggung Sebagai Warisan Sejarah Dan Budaya: Peran Tradisi Dan Kearifan Lokal Dalam Pelestariannya.” Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat 7 (2): 125–35. https://doi.org/10.47453/etos.v7i2.3622.
Alfariski, Devit, dan Khudrotun Nafisah. 2025a. “Situs Watugaluh Identitas Dan Bukti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Darul Ulum 4 (1): 27–33. https://doi.org/10.32492/dimas-undar.v4i1.4104.
Alfariski, Devit, dan Khudrotun Nafisah. 2025b. “Situs Watugaluh Identitas Dan Bukti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Darul Ulum 4 (1): 27–33. https://doi.org/10.32492/dimas-undar.v4i1.4104.
Aminudin, Haekal, Heri Kurnia, dan Afni Apriliani. 2023. “Pengaruh Nilai dan Norma Terhadap Tradisi Ruwat Bumi di Desa Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.” Academy of Social Science and Global Citizenship Journal 3 (1): 14–23. https://doi.org/10.47200/aossagcj.v3i1.1841.
Anggraeni, Angelita, dan Heppy Hyma Puspytasari. t.t. Nilai-Nilai Tradisi Dan Solidaritas Dalam Upacara Ruwah Desa.
Area. 2019. “jombang city guide: Watu Mbah-Mbeh : Relief Unik WatuGaluh Petunjuk Ibukota Kerajaan Mdang.” November 8. https://jombangcityguide.blogspot.com/2019/11/watu-mbah-mbeh-relief-unik-watugaluh.html.
Arrazaq, Naufal Raffi, dan Saefur Rochmat. 2020. “Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Kerajaan Mataram Kuno Abad Ix-X M: Kajian Berdasarkan Prasasti Dan Relief.” Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. 21 (2): 211–28. https://doi.org/10.52829/pw.307.
“Buku-Metode-Penelitian-Kualitatif.” t.t.
Burrell, Jenna. 2009. “The Field Site as a Network: A Strategy for Locating Ethnographic Research.” Field Methods 21 (2): 181–99. https://doi.org/10.1177/1525822X08329699.
Fadli, Muhammad Rijal. 2021. Memahami desain metode penelitian kualitatif. 21 (1).
Geertz, Clifford. 1976. The Religion of Java. With Internet Archive. [S.l.] : Univ of Chicago P. http://archive.org/details/religionofjava0000geer.
Inajati Andrisijanti. 2014. Majapahit: Batas Kota Dan Jejak Kejayaan Di Luar Kota. http://archive.org/details/majapahit-batas-kota-dan-jejak-kejayaan.
Istifadhah, Wafiqotul Jamilah, dan Istigfariyah Ramadhani. 2024. “Analisis Ritual Rokat Pandhaba Di Batu Putih Desa Gadang-Gadang.” Jurnal Media Akademik (JMA) 2 (6). https://doi.org/10.62281/v2i6.560.
“Katalog Mataram Kuno, krajaan medang.” t.t.
Modul Sejarah Indonesia X _KD 3.6. t.t.
Muthi’ah, Inna ’Ainul, Bakti Fatwa Anbiya, Mey Liana Sinta Nuriyah, Wildan Suryahadi, dan Andini Sulistiawati. 2024. “Membentuk Rasa Cinta Tanah Air Melalui Tradisi Lesung Bedhug dan Implikasinya Terhadap Kehidupan Sosial Kewarganegaraan.” JURNAL HARMONI NUSA BANGSA 1 (2): 235–42. https://doi.org/10.47256/jhnb.v1i2.448.
Nasir, Abdul, Khaf Shah, Rusdy Abdullah Sirodj, M. Win Afgani, dan UIN Raden Fatah Palembang. t.t. Pendekatan Fenomenologi Dalam Penelitian Kualitatif.
Purnamaningtyas, Dwi Yusta, Wahono Widodo, dan Nurul Istiq’faroh. 2024. “Pelestarian Budaya Lokal: Peran Bersih Desa Dan Langen Bekso Dalam Menanamkan Cinta Tanah Air Di Desa Lengkong Kabupaten Nganjuk.” Journal of Contemporary Issues in Primary Education 2 (2): 101–7. https://doi.org/10.61476/17xtra42.
Purwaningsih, Sri, dan Hazim Ahrori. 2019. “Yasinan Dan Tahlilan Sebagai Strategi Dakwah Pada Jamaah Yasin Dan Tahlil Masjid Sabilil Mustaqim Desa Jimbe Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo.” Journal of Community Development and Disaster Management 1 (2): 91–100. https://doi.org/10.37680/jcd.v1i2.741.
Radix A.P. Jati, Ignasius. 2014. “Local wisdom behind Tumpeng as an icon of Indonesian traditional cuisine.” Nutrition & Food Science 44 (4): 324–34. https://doi.org/10.1108/NFS-11-2013-0141.
Ramadhani, Bayu, dan Nur Muhammad Ervan. 2023. “Keterkaitan Budaya Mitos Yang Dipercaya Masyarakat Terhadap Pandangan Agama Islam.” Jurnal Dinamika Sosial Budaya 25 (2): 14. https://doi.org/10.26623/jdsb.v25i3.4621.
Ricklefs, Merle Calvin. 2006. Mystic Synthesis in Java: A History of Islamization from the Fourteenth to the Early Nineteenth Centuries. EastBridge.
Sangadji,M.Si, Dr Etta Mamang, dan Dr.Sopiah,M.M.,S.Pd. 2024. Metodologi Penelitian, Pendekatan Praktis Dalam Penelitian Disertai Contoh Proposal Penelitian. Penerbit Andi.
Sari, Tri Yunita, Heri Kurnia, Isrofiah Laela Khasanah, dan Dina Nurayu Ningtyas. 2022. “Membangun Identitas Lokal Dalam Era Globalisasi Untuk Melestarikan Budaya dan Tradisi Yang Terancam Punah.” Academy of Social Science and Global Citizenship Journal 2 (2): 76–84. https://doi.org/10.47200/aossagcj.v2i2.1842.
Sihotang, Nurjannah Sintya, Megawati Manullang, dan Warseto Freddy Sihombing. 2023. “Penghormatan Terhadap Leluhur: Perspektif Masyarakat Batak Kristen Terhadap Ritual Mangongkal Holi Di Desa Sinom Hudon Tonga.” Lumen: Jurnal Pendidikan Agama Katekese Dan Pastoral 2 (2): 65–79. https://doi.org/10.55606/lumen.v2i2.213.
Sulistyorini, Dwi. 2024. “Mitos masyarakat terhadap ritual di Candi Songgoriti sebagai warisan pengetahuan budaya lokal.” Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya 7 (Sp.Iss): 57–66. https://doi.org/10.30872/diglosia.v7iSp.Iss.946.
Supriyanto, Dwi Aris. 2025. “Pemdes Watugaluh Diwek Jombang Pusatkan Kegiatan Sedekah Desa di Situs Batu Mpu Sindok, Ini Alasannya - Jombang Banget.” Pemdes Watugaluh Diwek Jombang Pusatkan Kegiatan Sedekah Desa di Situs Batu Mpu Sindok, Ini Alasannya - Jombang Banget. https://jombangbanget.jawapos.com/desa-kita/2135888096/pemdes-watugaluh-diwek-jombangpusatkan-kegiatan-sedekah-desa-di-situs-batu-mpu-sindok-ini-alasannya.
Website Resmi Desa Watugaluh. t.t.-a. “Desa Watugaluh.” Diakses 4 Januari 2025. https://www.pemdes-watugaluh.web.id/.
Website Resmi Desa Watugaluh. t.t.-b. “Sejarah Desa Watugaluh.” Diakses 15 November 2025. https://pemdes-watugaluh.web.id/artikel/2021/2/4/sejarah-desa-watugaluh.
Widiatmaka, Pipit. 2022. “Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal Sebagai Identitas Nasional Di Era Disrupsi.” Pancasila: Jurnal Keindonesiaan 2 (2): 136–48. https://doi.org/10.52738/pjk.v2i2.84.
Widihastuti, Rahma Ari. 2022. Animisme Dan Dinamisme Masyarakat Jawa Dalam Rubrik Alaming Lelembut Majalah Panjebar Semangat Edisi Januari-Juni 2022.
Yulianto, Ahmad Farid, dan Cahyo Hasanudin. 2025. “Peran Tradisi Kenduri Dalam Menjaga Kerukunan Warga Di Era Society.” Seminar Nasional Dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran 3 (1): 9–20.