Negosiasi Identitas dan Agensi Sosial dalam Penempatan Tokoh Islam pada Klenteng-Klenteng abad ke-19 di Jakarta Barat: Kajian Teori Strukturasi

Authors

  • Regina Artanevia Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Indonesia
  • Isman Pratama Nasution Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55981/amt.2026.13429

Keywords:

Islamic figures, Structuration, Vihara Padi Lapa, Vihara Dharma Tedja, Vihara Khema, Tokoh Islam, Strukturasi

Abstract

Abstract. Identity Negotiation and Social Agency in the Placement of Islamic Figures within 19th- Century Chinese Temples in West Jakarta: A Study of Structuration Theory. The Chinese in Batavia brought they ancestral beliefs that manifested in temples. Vihara Padi Lapa, Vihara Dharma Tedja, and Vihara Khema, are West Jakarta temples that have local Islamic figures as their gods. Therefore, the research problem include practice of placing Islamic figures in Jakarta temples viewed from a structuration perspective. The research aims to explain the dialectical relationship between agents and structures that underlie the social practice of worshipping Islamic figures in these temples. Data was collected through observation, literature study, and interviews. Observation captured the visual context of the placement of figures, a literature study to obtain historical data, and interviews to find out the existing conditions of the temples. Analysis and interpretation applied the structuration theory by Anthony Giddens. The application of structuration theory is expected to add perspective in interpreting social processes in archaeological data. The research reveals that the placement of Islamic figures in temples was related to the protection of the Chinese community from other incidents, like the massacres of 1740. The temple caretakers act as agents who reproduce the structure. The placement and worship of Islamic figures in temples is a form of structural reproduction by representing them as “Thian”. The old structure of Chinese society has not been abandoned but has undergone adjustments that encourage identity negotiation.

Keywords: Islamic figures, Structuration, Vihara Padi Lapa, Vihara Dharma Tedja, Vihara Khema

 

Abstrak. Orang-orang Tionghoa yang datang ke Batavia turut membawa kepercayaannya yaitu pemujaan leluhur yang diwujudkan dalam klenteng. Vihara Padi Lapa, Vihara Dharma Tedja, dan Vihara Khema merupakan klenteng di Jakarta yang menempatkan tokoh-tokoh Islam lokal yang dipuja sebagai dewa dan dewi. Oleh karena itu, permasalahan penelitian mencakup praktik penempatan tokoh- tokoh Islam pada klenteng-klenteng di Jakarta dalam perspektif strukturasi. Tujuan penelitian adalah menjelaskan hubungan dialektis antara agen dan strukur yang melatarbelakangi praktik sosial berupa pemujaan tokoh Islam lokal pada tiga klenteng tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara. Observasi dilakukan untuk mendapatkan konteks visual dari penempatan tokoh dalam klenteng, studi pustaka untuk mendapat data sejarah, dan wawancara untuk mengetahui kondisi terkini dari ketiga klenteng. Analisis dan interpretasi mengaplikasikan teori strukturasi yang digagas oleh Anthony Giddens. Pengaplikasian teori strukturasi diharapkan dapat menambah perspektif dalam menginterpretasikan proses sosial pada data arkeologi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penempatan tokoh-tokoh Islam dalam klenteng berkaitan dengan perlindungan untuk komunitas Tionghoa dari peristiwa yang serupa dengan pembantaian pada tahun 1740. Pengelola klenteng berperan sebagai agen yang mereproduksi struktur. Penempatan dan pemujaan tokoh Islam lokal pada klenteng merupakan wujud reproduksi struktur dengan merepresentasikan tokoh Islam lokal menyerupai Thian. Struktur lama masyarakat Tionghoa tidak ditinggalkan tetapi mengalami penyesuaian-penyesuaian yang mendorong terjadinya negosiasi identitas.

Kata kunci: Tokoh Islam, Strukturasi, Vihara Padi Lapa, Vihara Dharma Tedja, Vihara Khema

Downloads

Published

04-06-2026

How to Cite

Artanevia, R., & Nasution, I. P. (2026). Negosiasi Identitas dan Agensi Sosial dalam Penempatan Tokoh Islam pada Klenteng-Klenteng abad ke-19 di Jakarta Barat: Kajian Teori Strukturasi. AMERTA, 44(1), 23–42. https://doi.org/10.55981/amt.2026.13429

Issue

Section

Articles