Tiga Candi Era Rakai Panangkaran: Interpretasi Konsep Tantrayāna Berdasarkan Prasasti dan Mitologi Bodhisattva
DOI:
https://doi.org/10.55981/amt.2026.13432Keywords:
Rakai Panangkaran, Candi Kalasan, Situs Ratu Boko, Bodhisattva, Tantrayāna, Kalasan Temple, Sewu Temple, Candi Sewu, Ratu Boko SiteAbstract
Abstract. Three Temples from the Era of Rakai Panangkaran: an Interpretation of the Tantrayāna Concept Based on Inscriptions and Bodhisattva Mythology. Rakai Panangkaran, a king of the Ancient Mataram Kingdom, commissioned three monumental Buddhist structures: Kalasan Temple, Sewu Temple, and the Ratu Boko Site. Based on their inscriptions, these monuments were dedicated to the worship of Bodhisattvas, presenting a contrast to the Buddhist complexes in the Borobudur area, which were primarily intended for Dhyāni Buddha worship. This study aims to examine the religious background and conceptual foundations behind the construction of these three temples, focusing on the underlying Tantrayāna ideology that shaped their symbolism and function. A qualitative approach was employed through contextual analysis of archaeological data, inscriptions, and literature on Bodhisattva mythology. The data sources include the Kalasan Temple and Kalasan Inscription, Sewu Temple along with the Mañjuśrīgrha and Kelurak Inscriptions, and the Ratu Boko Site with the Abhyagiri Vihara Inscription. The study of literature centers on Buddhist mythology and worship concepts, particularly in relation to Bodhisattva veneration within Tantric Buddhism.The findings reveal that the construction of the three temples reflects distinct mythological and spiritual meanings. Kalasan Temple is associated with the goddess Tārā, representing compassion and guidance for humanity to escape the cycle of samsāra. Sewu Temple relates to Mañjuśrī, the embodiment of wisdom who dispels ignorance and enables moral discernment. Meanwhile, the elevated position of the Ratu Boko Site aligns with the mythology of Avalokiteśvara, symbolizing the highest stage of spiritual liberation.
Keywords: Rakai Panangkaran, Kalasan Temple, Sewu Temple, Ratu Boko Site, Bodhisattva, Tantrayāna
Abstrak. Rakai Panangkaran adalah raja Kerajaan Mataram Kuno yang membangun tiga bangunan monumental bercorak Buddha yaitu Candi Kalasan, Candi Sewu, dan Situs Ratu Boko. Berdasarkan prasastinya, ketiga candi tersebut didirikan untuk pemujaan Bodhisattva dan cukup kontras apabila dibandingkan dengan candi Buddha di Kawasan Borobudur yang lebih ditujukan untuk Dhyāni Buddha. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji latar belakang dan konsepsi religi yang melatari pembangunan ketiga candi tersebut. Permasalahan pada penelitian ini adalah apakah konsep religi yang melatarbelakangi pemujaan terhadap tiga Bodhisattva pada bangunan candi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan analisis kontekstual terhadap data arkeologi, prasasti, dan literatur tentang mitologi Bodhisattva. Pengumpulan data difokuskan pada tiga candi dan prasasti era Rakai Panangkaran yaitu Candi Kalasan dan Prasasti Kalasan, Candi Sewu dan Prasasti Mañjuśrīgrha serta Kelurak, dan Situs Ratu Boko dengan Prasasti Abhyagirivihara. Studi literatur difokuskan pada mitologi dan konsep pemujaan dalam agama Buddha. Analisis dilakukan secara kontekstual dengan cara menghubungkan makna mitologi dewa-dewi Buddha dan praktik pemujaan dalam agama Buddha pada ketiga candi. Hasil penelitian menunjukkan pembangunan ketiga candi memiliki keterkaitan dengan mitologi masing-masing Bodhisattva. Candi Kalasan berkaitan dengan makna mitologi Dewi Tārā yaitu navigasi manusia agar selamat dari lingkaran samsara sekaligus pada tahap awal belajar mengenai welas asih, Candi Sewu berhubungan dengan mitologi Mañjuśrī sebagai pemutus ketidaktahuan dan kebijaksanaan tertinggi sehingga manusia dapat membedakan baik dan buruk. Penempatan Situs Ratu Boko yang berada pada bukit sejalan dengan mitologi Avalokiteśvara yang merupakan simbol dari jalan tertinggi dalam pembebasan spiritual.
Kata kunci: Rakai Panangkaran, Candi Kalasan, Candi Sewu, dan Situs Ratu Boko, Bodhisattva, Tantrayāna
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Harriyadi, Agus Aris Munandar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






