Pembangunan Kembali Candi Peninggalan Bāmeśwara oleh Ken Angrok di Kediri: Kajian Arkeologis dan Politik Religi
DOI:
https://doi.org/10.55981/amt.2025.5517Keywords:
ambang pintu, politik-religi, Kaḍiri, Ken Angrok, lintel, politics-religionAbstract
Abstract, Reconstruction of the Bāmeśwara Temple by Ken Angrok in Kediri: Archaeological and Political-Religious Studies. This paper discusses an episode in the political history of Ken Angrok, the founder of the Siŋhasāri Kingdom, in the ancient history of Indonesia. Ken Angrok's life and reign remain relatively obscure, with most of his biographical details found in texts such as Pararaton and brief mentions in Kākawin Nāgarakṛtāgama. Archaeological discoveries, such as two lintels dated to 1148 Ś, provide material evidence to reconstruct aspects of Ken Angrok's reign. This study explores Ken Angrok's political activities during his reign in Tumapĕl and aims to answer key questions about the political and administrative structures of his time. K.R. Dark's descriptive qualitative social archaeology approach is used in this study, combining historical information and archaeological remains, to understand the political and religious dynamics during Ken Angrok's reign. The interpretation stage applies Anthony Giddens' theory of structuration, which emphasizes the dual relationship between structure and agency to analyze how Ken Angrok's actions affected the political-religious structure in Kaḍiri. The result of the research is the identification of the lintels dated 1148 Ś as part of the temple structure which is associated with Ken Angrok's politico-religious strategy in Kaḍiri. Ken Angrok's understanding of the Kaḍiri socio-political structure, his manipulation of religious symbols, and his strategic alliances with religious and literary figures were key in consolidating his power and making Tumapĕl a prominent politico-religious center in East Java. This study provides an overview of Ken Angrok's meticulous use of social, political, and religious structures to legitimize his rule and maintain political stability, as well as making Kaḍiri a strong politico-religious support structure during his reign.
Keywords: lintel, politics-religion, Kaḍiri, Ken Angrok
Naskah diterima tanggal: 20/02/2025, diperiksa: 26/03/2025, dan disetujui: 11/12/2025
Abstrak, Kajian ini membahas episode sejarah politik Ken Angrok, pendiri Kerajaan Siŋhasāri, dalam sejarah kuno Indonesia. Kehidupan dan pemerintahan Ken Angrok masih relatif tidak begitu jelas, dengan sebagian besar detail biografinya ditemukan dalam teks seperti Pararaton dan disebutkan secara singkat dalam Kākawin Nāgarakṛtāgama. Temuan arkeologi, seperti ambang pintu berangka tahun 1148 Ś, memberikan bukti material untuk merekonstruksi aspek pemerintahan Ken Angrok. Studi ini mengeksplorasi aktivitas politik Ken Angrok selama pemerintahannya di Tumapĕl dan bertujuan untuk menjawab pertanyaan kunci tentang struktur politik dan administratif pada masanya. Pendekatan deskriptif kualitatif arkeologi sosial K.R. Dark digunakan dalam penelitian ini, dengan menggabungkan informasi historis dan tinggalan arkeologi, untuk memahami dinamika politik dan keagamaan pada masa pemerintahan Ken Angrok. Tahap interpretasi menerapkan teori strukturasi Anthony Giddens, yang menekankan hubungan dualitas antara struktur dan agensi untuk menganalisis bagaimana tindakan Ken Angrok memengaruhi struktur politik-keagamaan di Kaḍiri. Hasil penelitian berupa identifikasi ambang pintu berangka tahun 1148 Ś sebagai bagian dari struktur candi yang dikaitkan dengan strategi politik-keagamaan Ken Angrok di Kaḍiri. Pemahaman Ken Angrok tentang struktur sosial-politik Kaḍiri, manipulasi simbol-simbol keagamaan, dan aliansi strategisnya dengan tokoh-tokoh keagamaan dan sastra menjadi kunci dalam mengkonsolidasi kekuasaannya dan menjadikan Tumapĕl sebagai pusat politik-keagamaan yang menonjol di Jawa Timur. Studi ini memberikan gambaran tentang kecermatan Ken Angrok dalam menggunakan struktur sosial, politik, dan religi untuk melegitimasi pemerintahannya dan menjaga stabilitas politik, serta menjadikan Kaḍiri sebagai struktur pendukung politik-keagamaan yang kuat selama masa pemerintahannya.
Kata kunci: ambang pintu, politik-religi, Kaḍiri, Ken Angrok
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Muhamad Satok Yusuf, Juan Steven Susilo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






