Senjata Tajam Jawa pada Awal Abad Ke-15 dalam Catatan Cina: Studi Perbandingan antara Yingyai Shenglan, Xiyang Fanguo Zhi, dan Xingcha Shenglan
DOI:
https://doi.org/10.55981/amt.2025.9000Keywords:
Yingyai Shenglan, Xiyang Fanguo Zhi, Xingcha Shenglan, Keris, Cheng HoAbstract
Abstract, Javanese Bladed Weapons in Early 15th Century Chinese Records: A Comparative Study of Yingyai Shenglan, Xiyang Fanguo Zhi, and Xingcha Shenglan. This article examines Chinese historical records concerning the expeditions of Cheng Ho in the early fifteenth century CE in order to elucidate the culture of weaponry in Java during this period, with particular attention to the existence of and perceptions of the keris. To this end, the study employs historical and philological analyses of three Chinese texts: Yingyai Shenglan, Xiyang Fanguo Zhi, and Xingcha Shenglan. Relevant passages relating to Javanese edged weapons were transcribed and translated into Indonesian, after which the accounts were compared in terms of conditions of ownership, modes of carrying, nomenclature, morphological characteristics, materials, design, and contexts of use. The analysis demonstrates that the fifteenth-century Javanese stabbing weapon referred to as “Bulatou” was characterised by a double-edged iron blade, approximately 32 cm in length, with pamor patterns visible on the surface of the blade. On the basis of these findings, the study argues that “Bulatou” from East Java is highly likely to refer to the keris as it is known today. This article highlights the significance of Chinese historical sources for advancing our understanding of the keris and provides new insights into the role of weapon culture in Javanese society in the fifteenth century.
Keywords: Yingyai Shenglan, Xiyang Fanguo Zhi, Xingcha Shenglan, Keris, Cheng Ho
Abstrak, Tulisan ini bertujuan menganalisis catatan sejarah Cina mengenai ekspedisi Cheng Ho pada awal abad ke-15 Masehi untuk mengungkap budaya persenjataan di Jawa pada masa tersebut, khususnya terkait keberadaan dan persepsi terhadap keris. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menerapkan analisis historis dan filologis terhadap tiga naskah Tiongkok, yaitu Yingyai Shenglan, Xiyang Fanguo Zhi, dan Xingcha Shenglan. Dalam proses analisis, bagian-bagian sumber yang berkaitan dengan senjata tajam Jawa ditranskripsikan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kemudian masing-masing catatan dibandingkan berdasarkan aspek kepemilikan, cara membawa, penamaan, karakteristik bentuk, bahan, desain, serta situasi penggunaannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa senjata tikam Jawa pada abad ke-15 Masehi yang disebut “Bulatou” memiliki ciri khas berupa bilah bermata dua yang terbuat dari besi, dengan panjang sekitar 32 cm, serta menampilkan pola pamor pada permukaan bilahnya. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menunjukkan adanya kemungkinan besar bahwa “Bulatou” dari Jawa Timur merujuk pada keris sebagaimana dikenal saat ini. Penelitian ini menegaskan pentingnya sumber-sumber sejarah Cina dalam memperdalam pemahaman mengenai keris, sekaligus memberikan wawasan baru tentang peran budaya persenjataan dalam masyarakat Jawa pada abad ke-15.
Kata kunci: Yingyai Shenglan, Xiyang Fanguo Zhi, Xingcha Shenglan, Keris, Cheng Ho
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ippei Suzuki

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






