PENGARUH SUHU PIROLISIS CANGKANG SAWIT TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS ASAP CAIR

Authors

  • Ratnawati Program Studi Teknik Kimia, FTI-ITI Jl. Raya Puspiptek Serpong 15320, Tangerang
  • Singgih Hartanto Program Studi Teknik Kimia, FTI-ITI Jl. Raya Puspiptek Serpong 15320, Tangerang
  • Singgih Hartanto Program Studi Teknik Kimia, FTI-ITI Jl. Raya Puspiptek Serpong 15320, Tangerang

Keywords:

Cangkang sawit, Pirolisis, Kondensasi, Asap cair

Abstract

PENGARUH SUHU PIROLISIS CANGKANG SAWIT TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS ASAP CAIR. Pembuatan asap cair merupakan salah satu usaha pemanfaatan cangkang sawit menjadi produk yang mempunyai nilai guna, dilakukan dengan cara mengkondensasi asap yang terbentuk dari proses pirolisis cangkang sawit. Dalam penelitian ini diproduksi asap cair dari hasil pirolisis 5 kg cangkang sawit pada suhu 200 °C, 300 °C dan 400 °C selama 4 jam, dan komposisi asap cair yang diperoleh dianalisis dengan alat Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pirolisis pada suhu 200 °C, 300 °C dan 400 °C, didapatkan volume asap cair masing masing sebanyak 460 mL, 510 mL dan 550 mL dengan rendemen arang sebesar 3,98 kg, 3,24 kg dan 1,49 kg. Komponen asap cair hasil pirolisis pada suhu 200 °C yang bisa digunakan sebagai antioksidan dan menambah citarasa makanan (guaiacol, 2,3-butanedione, furfural dan 2-methyl-2-cyclopentenone) sebesar 30,73 %berat dan komponen yang berbahaya bagi kesehatan (phenol , 2-propanone, 2-butanone dan cyclopentanone) sebesar 34,31 %berat. Sedangkan pada suhu 400 °C diperoleh komponen yang bisa digunakan pada produk makanan sebesar 27,39 %berat dan komponen yang berbahaya sebesar 26,51 %berat. Asap cair yang diperoleh dari penelitian ini belum dapat digunakan pada produk makanan karena masih terdapat senyawa yang berbahaya bagi kesehatan sehingga perlu proses pemisahan lebih lanjut

Downloads

Download data is not yet available.

References

. J. PRANATNA, Pemanfaatan Sabut dan

Tempurung Kelapa Serta Cangkang Sawit untuk

Pembuatan Asap Cair Sebagai Pengawet

Makanan Alami, Universitas Malikussaleh

Lhokseumawe, Aceh, (2008)

. ENJARLIS, S.BISMO, SLAMET, ROEKMIJATI,

World Appl. Sci. J., 3 (6) (2008) 979-984

. R.WAHI, Z.NGAINI, V.U.JOK, World Appl. Sci.

J., 5 (Special Issue for Environment) (2009)

-91

. J.P. GIRRARD, Technology of Meat and Meat

Products, Ellis Horwood, NewYork (1992)

. D. TILMAN, Wood Combution : Principles,

Processes and Economics, Academics Press Inc.,

New York, (1981) 74-93

. I. TAHIR, PengambilanAsap Cair Secara Distilasi

Kering Pada Proses Pembuatan Carbon Aktif Dari

Tempurung Kelapa, Skripsi FMIPA-UGM, (1992)

. E.TEJO, Pirolisis Cangkang Sawit Menjadi Asap

Cair (Liquid Smoke) dengan Adsorpsi Langsung,

Skripsi Universitas Riau, (2009

Downloads

Published

21-10-2026

How to Cite

Ratnawati, Singgih Hartanto, & Singgih Hartanto. (2026). PENGARUH SUHU PIROLISIS CANGKANG SAWIT TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS ASAP CAIR. Jurnal Sains Materi Indonesia, 12(1), 7–11. Retrieved from https://ejournal.brin.go.id/jsmi/article/view/5964