STUDI KARAKTERISTIK PARAMAGNETIK DALAMSILIKON BERPORI DENGAN ESR

Authors

  • Aripin Aripin Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Haluoleo Kampus Bumi Tridharma Anduonohu Kendari
  • L. Aba Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Haluoleo Kampus Bumi Tridharma Anduonohu Kendari
  • M. Jahiding Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Haluoleo Kampus Bumi Tridharma Anduonohu Kendari
  • M. Anas Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Haluoleo Kampus Bumi Tridharma Anduonohu Kendari

Keywords:

Silikon berpori, Cacat paramagnetik, Ikatan kosong

Abstract

STUDI KARAKTERISTIK PARAMAGNETIK DALAMSILIKON BERPORI DENGAN ESR. Silikon berpori (PS) merupakan salah satu dari banyak bahan yang memperlihatkan gejala fotoluminisens dan elektroluminisens dalam daerah sinar tampak pada suhu kamar. Karakteristik yang menonjol untuk divais silikon adalah keberadaan interface oksida yang memisahkan gerbang metalik dan semikonduktor. Dangling bond-type defect (cacat tipe ikatan kosong) berada dalam antar muka dan dapat dideteksi menggunakan teknik ESR. PS telah difabrikasi dengan penganodisasian wafer c-Si (111) dalamlarutan asamfluorida (HF). Konsentrasi larutan HF dan waktu anodisasi divariasi. Spektrum ESR dari PS diukur menggunakan spektrometer X-band ESR pada suhu ruangan dengan medan sapuan 250 mT dan frekuensi 9,44 GHz. Hasil menunjukkan bahwa spektrum PS yang terbentuk oleh konsentrasi larutan HF 40% selama 60 menit (PS 40%-60) adalah garis spektrum lebar dengan faktor g adalah 2,2505. Penambahan konsentrasi HF sampai 48 % menyebabkan pengurangan intensitas signal dan pergeseran spektrum menuju nilai medan yang lebih tinggi. Faktor g dari spektrum ini sama dengan g = 2,0774. Untuk PS dengan konsentrasi di bawah 40 %, intensitas signal ESR tidak tampak. Untuk PS40%dan PS60%, intensitas signal ESR berkurang jika waktu anodisasi diturunkan dari 60 menit hingga 20 menit. Spektrum dapat diidentifikasi dari cacat tipe ikatan kosong pada interface antara dinding-dinding pori dan lapisan teroksidasi atau interface Si/SiO2.

Downloads

Download data is not yet available.

References

M. SAILOR, Properties of Porous Silicon,

Editor: L.T. CANHAM, Emis Data Review Series,

INSPEC, London, (1997) 364

L. T. CANHAM, App. Phys. Lett., 57 (1990)

– 1048

D. GOGUENHEIN, M. LANNOO, Phys. Rev.,B44

(1991)1724-1733

M.B.ROBINSON,A.C.DILLONand S.M.GEORE,

Appl. Phys. Lett., 62 (1993) 56 -60

L. PAVESI and K. GUARDINI, Brazilian Journal

of Physics, 26 (1996) 151 – 162

L. PAVESI, C. MAZZOLENI,A. TREDICUCCI and

V. PELLEGRINI, Appl. Phys. Lett., 67 (1995)

-3286

S. M. PROKES, W.E. CARLOS and V.M.

BERMUDEZ, Appl. Phys. Lett., 61 (1992)

– 1449

M. ANAS, M. JAHIDING dan W.O. ILMAWATI,

Jurnal Aplikasi Fisika, 2 (2006) 26 -28

J.E. WRTZ and J.R. BOLTON, Electron Spin

Resonance Elementary Theory and Practical

Application, McGraw-Hill, (1972)

Downloads

Published

21-10-2026

How to Cite

Aripin Aripin, L. Aba, M. Jahiding, & M. Anas. (2026). STUDI KARAKTERISTIK PARAMAGNETIK DALAMSILIKON BERPORI DENGAN ESR. Jurnal Sains Materi Indonesia, 7(4), 42–45. Retrieved from https://ejournal.brin.go.id/jsmi/article/view/6865