KAJI KELAYAKAN NILAI FLUIDITAS SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS INGOT PADUAN ALUMINIUM DI INDUSTRI

Authors

  • Harjanto Departemen Metalurgi dan Material, FT - UI Kampus Baru UI, Depok 16424
  • Suharno Departemen Metalurgi dan Material, FT - UI Kampus Baru UI, Depok 16424

Keywords:

Pengecoran cetak tekan, ADC-12, Pengujian fluiditas vakum, Inklusi, Porositas

Abstract

KAJI KELAYAKAN NILAI FLUIDITAS SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS INGOT PADUAN ALUMINIUM DI INDUSTRI. Salah satu upaya pengurangan kegagalan (reject) dalam proses produksi pengecoran cetak tekan (die casting) logam aluminium paduan adalah dengan menjaga kualitas bahan baku ingot aluminium dari pengotor. Pengotor logam aluminium paduan yang berupa oksida, karbida, garam atau senyawa lainnya dapat menyebabkan terbentuknya cacat inklusi dan porositas pada produk pengecoran. Pengotor tersebut diyakini mempengaruhi fluiditas (sifat mampu alir) aluminium cair. Dengan kata lain, makin bersih logam aluminium cair fluiditas akan makin tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk menjadikan nilai fluiditas logam paduan aluminium silikon 12% (ADC 12) sebagai indikator kualitas bahan baku proses pengecoran cetak tekan. Nilai fluiditas paduan aluminium silikon dari beberapa pemasok diamati dengan menggunakan alat uji vakum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai fluiditas pada suhu pengujian 640 oC sampai dengan 700 oC untuk ingot jenis Al-A = 100-125 mm + 10 mm dan Al-B = 100-175 mm + 51 mm dan Al-C = 100-175 + 24 mm, berturut-turut. Dengan demikian, kualitas ingot Al-C relatif lebih baik dibanding Al-A dan Al-B ditinjau dari sifat mampu alir yang ditunjukkan oleh nilai fluiditas dan konsistensi pemrosesan yang ditunjukkan oleh simpangannya. Pengamatan strukturmikro menunjukkan bahwa populasi porositas Al-C (1,37%) relatif lebih rendah dibanding jenis Al-A(2,35%) dan Al-B (1,82%).

Downloads

Download data is not yet available.

References

. B. SUHARNO, B.ARIFIN dan E. PRASETIAWAN,

Cacat Produk Proses Aluminium Gravity Casting

untuk Componen Otomotif (Penyebab dan

Penanggulangannya), Pros. Seminar Nasional

Teknik Mesin, Univ. Kristen Petra, Surabaya (2006)

. J. CAMPBELL and R.A. HARDING, The Fluidity

of Molten Metals, European Aluminium Assoc.,

Birmingham (1994) 2-3, 6-7

. S. KALPAKJIAN, Manufacturing Engineering

and Technology, Prentice Hall, New York (2001)

. P.R. BEELEY, Foundry Technology, Butter Worth,

London (1972) 13-20

. Q. HAN AND H. XU, Scripta Materialia, 53(1)

(2005)7-10

. M. Di SABATINO, F. SYVERTSEN, L.ARNBERG

AND A. NORDMARK, Int. Journal of Casting

Metals Research, 18(1) (2005) 591

. N. EISUKE,A. KOICHI, F. TAKUYA, H. SADATO,

J. of Mat. Proc. Tech., 63 (1997) 779-783

. I. P. NANDA, B. SUHARNO, A. TASRI,

Perancangan dan Pembuatan Alat Uji Fluiditas

Paduan Aluminium Cair Metode Vacuum Suction

Test, Pros. Seminar Nasional Ilmu dan Teknologi

Material, Surabaya (2006) 50-59

. C. M. DINNIS, J.A. TAYLOR and A.K. DAHLE,

Scripta Materialia, 53(8) (2005) 955-958

. C. M. DINNIS, J.A. TAYLOR and A.K. DAHLE,

Material Science and Eng., A, 425(1-2) (2006)

-296

. S. HARJANTO, B. SUHARNO dan B. ARIFIN,

Model Interaksi ABG di Industri Pengecoran

Logam Indonesia Melalui Standardisasi Kualitas,

Pros. Seminar Nasional Ilmu dan Teknologi

Material, Surabaya (2006) 104-110

. B. SUHARNO, S. HARJANTO DAN R. JAMARIS,

Pengukuran tingkat Kebersihan (cleanness) Cairan

Paduan Aluminium Luang Melalui Pengujian

Fluiditas, Pros. Seminar Nasional V: Rekayasa dan

Aplikasi Teknik Mesin di Indonesia, Bandung

(2006) TBMK 1-5

Downloads

Published

21-10-2026

How to Cite

Sri Harjanto, & Bambang Suharno. (2026). KAJI KELAYAKAN NILAI FLUIDITAS SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS INGOT PADUAN ALUMINIUM DI INDUSTRI. Jurnal Sains Materi Indonesia, 9(1), 7–12. Retrieved from https://ejournal.brin.go.id/jsmi/article/view/6941