SINTESIS DAN KARAKTERISASI ORGANOCLAY SEBAGAI PENGUAT MATERIAL NANOKOMPOSIT BERBASIS LEMPUNG LOKAL

Authors

  • Roseno Pusat Teknologi Material (PTM) - BPPT Gedung BPPT 2, Lantai 22, Jl.M.H. Thamrin No.8, Jakarta 10340
  • Agus Pusat Teknologi Material (PTM) - BPPT Gedung BPPT 2, Lantai 22, Jl.M.H. Thamrin No.8, Jakarta 10340

Keywords:

Organoclay, Nanokomposit, Bentone SD-1, Spektrum FT-IR, Difraktogram XRD, Termogravimetri

Abstract

SINTESIS DAN KARAKTERISASI ORGANOCLAY SEBAGAI PENGUAT MATERIAL NANOKOMPOSIT BERBASIS LEMPUNG LOKAL. Riset pengembangan silika nanokomposit merupakan suatu awal dari tahapan menuju penguasaan nanoteknologi dalam rangka upaya meningkatkan daya saing produk lokal. Organoclay hasil sintesis dari bahan lempung montmorillonit alam Indonesia digunakan sebagai bahan dasar penyusun pembuatan material nanokomposit polimer yang akan diaplikasikan sebagai material komponen otomotif. Dalam penelitian ini telah dilakukan proses pembuatan organoclay dengan aktivasi asam menggunakan HCl dengan konsentrasi dan variasi waktu aktivasi tertentu yang kemudian ditambahkan surfaktan terpilih. Karakteristik morfologi organoclay hasil sintesis didapat dengan melakukan pengujian XRD, FT-IR, TGA dan dibandingkan karakteristiknya dengan organoclay bentone SD-1. Analisis terhadap spektrum FT-IR menunjukkan organoclay hasil sintesis maupun bentone SD-1 memiliki kemiripan yang tinggi untuk senyawa organik yang digunakan. Analisis terhadap Difraktometer XRD untuk organoclay hasil sintesis menunjukkan karakteristik instensitas serapan yang berbeda dengan clay alam dan terjadi peningkatan jarak antar lapis akibat interkalasi molekul organik yaitu dari semula 15,03 Å pada clay alam, akibat masuknya surfaktan pada antar lapis clay maka jarak antar lapisnya menjadi 39,18 Å untuk organoclay alam hasil sintesis. Dari analisis termogravimetri dapat disimpulkan organoclay hasil sintesis mulai mengalami kehilangan massa dalam jumlah yang cukup signifikan pada suhu 180 oC yang puncaknya pada suhu sekitar 220 oC. Total massa yang hilang pada proses tersebut hingga mencapai sekitar 30 %berat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

. GAO, F., Clay/Polymer Composites : The Story,

Materials Today, Nottingham, UK, (2004) 50-51

. COX, H., et all., Nanocomposites Systems for

Automotive Applications, Presented at 4th World

Congress in Nanocomposites, EMC, San

Francisco, USA, (2004)

. PATTERSON, T., Forte Nanocomposites-Our

Revolutionary Breakthrough, Presented at 4th

World Congress in Nanocomposites, EMC, San

Francisco, USA, (2004)

. SILVERSTEIN, R.M., WEBSTER, F.X., and

KIEMLE, D.J., Spectrometric Identification of

Organic Compounds, John Wiley & Sons, (2005)

-110

. LeBARON, P., WANG, Z. and PINNAVIA, T.,

Appl. Clay Sci., 15 (1999) 11-29

. TAKEYAMA, T., and QUINN, F.X., Thermal

Analysis, Fundamentals and Applications to

Polymer Science, Second Edition, John Wiley &

Sons, New York,(1999)

Downloads

Published

21-10-2026

How to Cite

Seto Roseno, & Agus Hadi S. W. (2026). SINTESIS DAN KARAKTERISASI ORGANOCLAY SEBAGAI PENGUAT MATERIAL NANOKOMPOSIT BERBASIS LEMPUNG LOKAL. Jurnal Sains Materi Indonesia, 9(1), 67–71. Retrieved from https://ejournal.brin.go.id/jsmi/article/view/7050