Characteristics Of Puting Beliung Producing Cumulonimbus Clouds In Indonesia: A Himawari-9 Satellite Data Analysis
Main Article Content
Abstract
Puting beliung (PB) is a type of extreme weather phenomenon that often occurs in Indonesia and can cause significant damage to infrastructure, the environment, and human safety. Based on data from the National Disaster Management Agency (BNPB) from 2020 to 2024, the PB phenomenon is an extreme weather phenomenon that ranks second-highest in Indonesia, after floods. The PB phenomenon's high frequency and damaging impact make it important to analyze. In this study, a statistical analysis of Cumulonimbus (Cb) clouds was conducted on several PB cases in Indonesia, by utilizing infrared, visible, and three Red Green Blue (RGB) methods from the Himawari-9 satellite, which aims to explain the characteristics of Cb clouds that contribute to the formation of PB. The resulting analysis from 10 PB cases shows that the existence of consistent characteristics in PB-producing Cb clouds, i.e., cloud top temperatures ranging from -45°C to -80°C, which is consistent with the results of previous PB research, the dominance of ice particle area in the cloud’s mature phase, and the presence of strong updrafts in the cloud top. With only a small proportion of those cases showing overshooting the top. These findings indicate that Cb clouds can indeed produce PB phenomena in Indonesia with varying characteristics.
Intisari
Fenomena puting beliung (PB) merupakan salah satu jenis cuaca ekstrem yang kerap terjadi di Indonesia dan dapat menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan terhadap infrastruktur, lingkungan, dan keselamatan manusia. Berdasarkan data bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2020-2024, PB merupakan fenomena cuaca ekstrem yang menempati urutan kedua tertinggi di Indonesia setelah bencana banjir. Frekuensi yang tinggi dan dampak yang merusak menjadikan fenomena PB penting untuk dianalisis. Penelitian ini menganalisis statistik awan Cumulonimbus (Cb) pada beberapa kasus PB di Indonesia dengan memanfaatkan kanal inframerah dan visible dari satelit Himawari-9, serta tiga metode Red Green Blue (RGB) yang bertujuan untuk menjelaskan karakteristik awan Cb yang menghasilkan PB. Hasil analisis terhadap 10 kasus PB menunjukkan adanya karakteristik yang konsisten pada awan Cb penghasil PB, yaitu suhu puncak awan berkisar antara -45°C to -80°C, yang konsisten dengan hasil penelitian PB sebelumnya, dominasi luasan awan berisi partikel es pada fase matang awan, dan keberadaan updraft yang kuat di puncak awan Cb. Hanya sebagian kecil kasus PB menunjukkan adanya overshooting top. Temuan ini mengindikasikan bahwa fenomena PB di Indonesia dapat dihasilkan oleh awan Cb dengan karakteristik yang bervariasi.