Community Archaeology Approach in the management of Cultural Heritage on the Slopes of Mount Merbabu: a case study of the Ngadirojo Archaeological Site, Boyolali, Indonesia Pendekatan Arkeologi Komunitas dalam pengelolaan Warisan Budaya Lereng Gunung Merbabu: Studi kasus Situs Arkeologi Ngadirojo, Boyolali, Indonesia

Main Article Content

Nurul Fadilla Budiana
Dede Aditya

Abstract

Research on the ancient spiritual landscape of Mount Merbabu has received limited scholarly attention. Recent discoveries in Margomulyo (Timboa), Ngadirojo, Boyolali Regency reveal unique findings, including the surface remains of talud structures, ancient stairways, and inscription located below Prego Dalem Peak. The Mount Merbabu National Park Authority (BTN Gunung Merbabu) is responsible for securing the Ngadirojo Archaeological Site, placing within the park’s Core Zone. This condition raises an important question: How effective is the current restricted conservation policy for the site? This study aims to propose a community-based archaeological heritage management approach for its preservation. Data collection was conducted through desk research and interviews with Margomulyo (Timboa) residents. The results highlight the community’s potential and its surroundings as a supporting area for developing the Mount Merbabu Cultural Center, offering a viable solution for the conservation of the Ngadirojo Archaeological Site.

Article Details

How to Cite
Budiana, N. F., & Aditya, D. (2026). Community Archaeology Approach in the management of Cultural Heritage on the Slopes of Mount Merbabu: a case study of the Ngadirojo Archaeological Site, Boyolali, Indonesia: Pendekatan Arkeologi Komunitas dalam pengelolaan Warisan Budaya Lereng Gunung Merbabu: Studi kasus Situs Arkeologi Ngadirojo, Boyolali, Indonesia. Berkala Arkeologi , 46(1), 63–88. https://doi.org/10.55981/jba.2026.9225
Section
Articles

References

Agusta, R. (2018). I Sakala Dihyang: Relasi prasasti akhir Majapahit dan naskah-naskah Merapi Merbabu. Jumantra, 9(2).

Astikadewi, P. (2022). Kajian kerusakan lingkungan hutan akibat kebakaran hutan di Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu [Universitas Gadjah Mada]. http://etd.repository.ugm.ac.id/

Balai Konservasi Borobudur. (2019). Diskusi progres kajian pengendalian tanaman tingkat tinggi. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bkborobudur/diskusi-progres-kajian-pengendalian-tanaman-tingkat-tinggi/

BTN Gunung Merbabu. (2021, March 24). Peta zona pengelolaan Taman Nasional Gunung Merbabu. https://tngunungmerbabu.org/zonasi/

BTN Gunung Merbabu. (2023). Laporan Kinerja Balai Taman Nasional Gunung Merbabu 2023. https://tngunungmerbabu.org/laporan-kinerja-statistik/

BTN Gunung Merbabu. (2024, November). Taman Nasional Gunung Merbabu sosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024. https://tngunungmerbabu.org/2024/11/06/sosialisasikan-peraturan-pemerintah-nomor-36-tahun-2024/

Budiana, N. F. (2021). Kajian paleografi dan isi Prasasti Śarūṅga: Tinjauan awal terhadap keberadaan lingkungan pertapaan masa Jawa Kuno. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Casparis, J. G. De. (1975). Indonesian palaeography: A history of writing in Indonesia from the beginnings to C. A.D. 1500. Brill.

Deri Banjar. (2022, October 3). Vertical ride Merbabu via Timboa episode 3 [Video recording]. https://www.youtube.com/watch?v=vIUGajmVcRo

Destantyo Nugroho, A., Zakky Faza, M., & Agus Winarso, P. (2018). Analisis kondisi meteorologi terkait kejadian kebakaran hutan di Lereng Gunung Merbabu. Seminar Nasional Fisika Dan Aplikasinya Universitas Sebelas Maret. https://www.academia.edu/37945896/Analisis_Kondisi_Meteorologi_Terkait_Kejadian_Kebakaran_Hutan_di_Lereng_Gunung_Merbabu

Disdikbud Kab. Boyolali. (2023). Laporan akhir kajian eksplorasi potensi temuan arkeologi Lereng Merbabu, Boyolali, Jawa Tengah.

Faizah, N. (2024, February 6). Pulihkan ekosistem Merbabu, warga Timboa Boyolali tanam ratusan pohon endemik. https://solopos.espos.id/pulihkan-ekosistem-merbabu-warga-timboa-boyolali-tanam-ratusan-pohon-endemik-1857892

Gomez-Heras, M., McCabe, S., Smith, B. J., & Fort, R. (2009). Impacts of fire on stone-built heritage: An overview. Journal of Architectural Conservation, 15(2), 47–58. https://doi.org/10.1080/13556207.2009.10785047

Hidayat, R., & Tanudirjo, D. A. (2024). Persepsi para stakeholder tentang nilai penting warisan budaya megalitik di Kawasan Lembah Bada. Jambura History and Culture Journal, 6(2), 118–145. https://doi.org/10.37905/jhcj.v6i2.25813

Kriswandhono, A. (2013). Tantangan dan peluang pengelolaan cagar budaya dari perspektif arkeologi: Kasus Kawasan Kota Lama Semarang. Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur, 7(1), 39–58.

Kusumawati, C. I. (2024, July 3). Wisata Svarga Timboa, suguhkan fasilitas glamping hingga cafe di lereng gunung. koranmemo.com/wisata-travelling/19213049874/wisata-svarga-timboa-suguhkan-fasilitas-glamping-hingga-cafe-di-lereng-gunung

Labadi, S., Giliberto, F., Rosetti, I., Shetabi, L., Yildirim, E., & Paris, V. (2021). Heritage and the sustainable development goals: Policy guidance for heritage and development actors an initiative of the sustainable ddevelopment goals working group of ICOMOS Principal Authors. www.icomos.org

Marshall, Y. (2002). What is community archaeology? World Archaeology, 34(2), 211–219. https://doi.org/10.1080/0043824022000007062

Murdowo, J. (2022, September 19). Misteri tangga batu alam ke Puncak Merbabu, penetapan jalur ilegal via Timboa diapresiasi BHS. https://solo.suaramerdeka.com/gaya-hidup/pr-054799507/misteri-tangga-batu-alam-ke-puncak-merbabu-penetapan-jalur-ilegal-via-timboa-diapresiasi-bhs

Nilamsari, N. (2014). Memahami studi dokumen dalam penelitian kualitatif. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 8(2). http://fisip.untirta.ac.id/teguh/?p=16/

Noorduyn, J. (1984). Perjalanan Bujangga Manik menyusuri tanah Jawa: Data topografis dari sumber Sunda Kuno (Iskandarwassid, Tran.). Koninklijk Instituut Voor Taal, Land-En Volkenkunde, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Nyawitri. (2024). Timboa negeri di atas awan Gunung Merbabu. In Boyolali Kaya Cerita (pp. 3–25). Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali. https://remenmaos.boyolali.go.id/perpustakaan/detail/?i=BK10001118

Rukmorini, R. (2023, October 31). Kebakaran di Gunung Merbabu mencapai 848,5 hektar, sebagian lahan pertanian. https://www.kompas.id/baca/nusantara/2023/10/31/kebakaran-di-gunung-merbabu-mencapai-8485-hektar-sebagian-lahan-pertanian

Savitri, M. (2021). Peran kearifan lokal terhadap upaya pelestarian Situs Makam Imogiri. Berkala Arkeologi, 41(1), 69–88. https://doi.org/10.30883/jba.v41i1.567

Smith, A., McNiven, I. J., Rose, D., Brown, S., Johnston, C., & Crocker, S. (2019). Indigenous knowledge and resource management as world heritage values: Budj Bim Cultural Landscape, Australia. Archaeologies, 15(2), 285–313. https://doi.org/10.1007/s11759-019-09368-5

Suhadi, M., & Soekarto, M. M. (1986). Laporan Penelitian Epigrafi Jawa Tengah No.37.

Thasandra, N. (2022). Pendaki Gunung Merbabu dilarang lewat jalur Timboa, ini alasannya. Kompas. https://travel.kompas.com/read/2022/09/30/103826627/pendaki-gunung-merbabu-dilarang-lewat-jalur-timboa-ini-alasannya

Tully, G. (2007). Community archaeology: general methods and standards of practice. Public Archaeology, 6(3), 155–187. https://doi.org/10.1179/175355307x243645

Tully, G. (2009). Ten years on: The community archaeology project Quseir, Egypt. Treballs d’Arqueologia, (15), 63–78.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, Pub. L. Nomor 11 Tahun 2010 (2010).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2024 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya, Pub. L. 32 (2024).