ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI SELULOLITIK DALAM SALURAN PENCERNAAN RAYAP Macrotermes gilvus Hagen DI WILAYAH PESISIR BENGKULU

Authors

  • Dwita Oktiarni Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Bengkulu
  • Lusiana Lusiana Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Bengkulu
  • Wina Shasha Regina Degree Program of Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Bengkulu
  • Elva Maidani Supardin Degree Program of Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2026.11511

Keywords:

Bakteri selulolitik, biomassa, M. Gilvus,, rayap, selulosa

Abstract

Rayap, khususnya spesies Macrotermes gilvus Hagen, memainkan peran krusial dalam ekosistem berkat kemampuannya menguraikan selulosa, yang didukung oleh bakteri selulolitik yang terdapat dalam saluran pencernaannya. M. gilvus juga menunjukkan kelimpahan yang tinggi di wilayah pesisir Bengkulu, yang menarik perhatian untuk memperoleh bakteri selulolitik yang dapat dimanfaatkan dalam proses hidrolisis biomassa selulosa menjadi glukosa. Glukosa merupakan bahan baku utama dalam proses fermentasi sehingga dihasilkan produk berupa bioetanol. Bakteri selulolitik diisolasi dari saluran pencernaan rayap yang diambil dari wilayah pesisir Bengkulu. Tahapan penelitian ini meliputi proses isolasi, karakterisasi, serta analisis secara biomolekular. Hasil skrining menunjukkan bahwa enam isolat bakteri berhasil diperoleh dari media agar Carboxymethyl cellulose (CMC). Isolat bakteri diidentifikasi menggunakan pendekatan biomolekular, yang menghasilkan identifikasi empat spesies bakteri. Kemampuan selulolitiknya RYP 1 yaitu 1,34 dengan kategori sedang, sementara itu aktivitas selulolitik terendah RYP 9 yaitu 0,73. Amplifikasi melalui Polymerase Chain Reaction (PCR) dilakukan untuk menganalisis segmen gen 16S rRNA. Hasil analisis menunjukkan isolat  bakteri memiliki kekerabatan yang dekat dengan Bacillus paramycoides, Staphylococcus hominis, Cellulomonas denverensis, dan Acinetobacter nosocomialis.

Downloads

Published

2026-04-20