PENGGUNAAN KARAKTER MORFOANATOMI SEBAGAI DASAR ANALISA KEKERABATAN PADA FAMILI ASTERACEAE DI KAKI GUNUNG UNGARAN

Authors

  • Theresia Bianca Lucretia Olivia Departmen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
  • Faradiva Zahra Maharani Departmen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
  • Deni Saputra Departmen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
  • Salwa Rainha Asyura Departmen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
  • Ricky Depa Susanto Departmen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
  • Sri Widodo Agung Suedy Departmen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
  • Endang Saptiningsih Departmen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2026.12979

Keywords:

keanekaragaman flora, analisis multivariat, vegetasi pegunungan

Abstract

Famili Asteraceae merupakan salah satu kelompok tumbuhan terbesar di dunia dengan estimasi sekitar 20.000–25.000 spesies, sehingga pemahaman mengenai pola hubungan fenetik antar anggotanya menjadi penting dalam mendukung upaya konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan fenetik 25 spesies Asteraceae yang tumbuh di sekitar Gunung Ungaran berdasarkan karakter morfologi dan anatomi. Karakter yang diamati meliputi morfologi batang, bentuk dan ukuran daun, morfologi bunga, serta karakter anatomi berupa struktur serbuk sari dan tipe stomata. Data kuantitatif dan kualitatif dianalisis menggunakan cluster analysis hierarkis berbasis jarak Euclidean dengan metode UPGMA untuk menentukan tingkat kemiripan antar spesies. Hasil analisis kemudian diverifikasi melalui Principal Component Analysis menggunakan perangkat lunak MultiVariate Statistical Package untuk mengidentifikasi karakter yang paling berkontribusi terhadap variabilitas data. Hasil klasterisasi menunjukkan dua kelompok utama, yaitu klaster pertama yang terdiri atas enam varietas krisan (Chrysanthemum indicum) dengan indeks kemiripan 100 %, yang menunjukkan tingkat homogenitas tinggi pada karakter morfologi dan anatomi. Klaster kedua mencakup 19 spesies lainnya dengan nilai kemiripan bervariasi hingga mencapai tingkat terendah sebesar 58 %, yang mencerminkan tingkat diferensiasi yang lebih besar antar spesies. Hasil Principal Component Analysis menunjukkan bahwa ukuran batang, bentuk daun, ornamentasi serbuk sari, dan tipe stomata merupakan karakter yang paling berperan dalam membedakan spesies yang dianalisis. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan analisis multivariat efektif digunakan untuk mengevaluasi hubungan fenetik dalam kelompok Asteraceae serta memberikan dasar ilmiah bagi studi keanekaragaman tumbuhan di wilayah pegunungan tropis.

Downloads

Published

2026-08-31