EFEK NEUROPROTEKTIF EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP JUMLAH SEL NEURON HIPPOCAMPUS PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIPAPAR STRES
DOI:
https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2025.13391Keywords:
Centella asiatica, antioksidan, hippocampus, stres, neuroproteksiAbstract
Stres merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap neurodegenerasi, menurunkan kelangsungan hidup sel otak, dan mengurangi kepadatan neuron di hippocampus. Senyawa alami yang memiliki sifat antioksidan dan neuroprotektif, seperti Centella asiatica (pegagan), menarik perhatian sebagai agen terapeutik potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pegagan terhadap berat otak dan jumlah neuron hippocampus mencit jantan (Mus musculus) yang dipaparkan stres kronis. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (K–), kontrol positif (K+), serta kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak pegagan dengan dosis 100 mg/kg (P1), 200 mg/kg (P2), dan 300 mg/kg (P3). Berat otak dan kepadatan neuron hippocampus diukur setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kronis secara signifikan menurunkan berat otak dan jumlah neuron hippocampus pada kelompok K+ dibandingkan K–. Sebaliknya, pemberian ekstrak Centella asiatica mampu memperbaiki kedua parameter tersebut secara bergantung dosis, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok P3. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan potensi antioksidan, antiinflamasi, dan neurogenik dari Centella asiatica, yang diduga bekerja melalui regulasi penanda stres oksidatif, modulasi poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), serta peningkatan faktor neurotropik. Kesimpulannya, ekstrak Centella asiatica memberikan efek protektif terhadap kerusakan otak akibat stres, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen neuroprotektif alami. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme molekuler, keamanan jangka panjang, serta efektivitas klinis pada manusia.
