EFEKTIVITAS ANTI JERAWAT EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP Staphylococcus epidermidis SECARA IN SILICO DAN IN VITRO
DOI:
https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2026.13447Keywords:
Mahkota dewa, Staphylococcus epidermidis, Anti jerawat, In silico, In vitroAbstract
Keanekaragaman hayati di Indonesia yang melimpah menjadikan tanaman obat sebagai sumber potensial penemuan obat baru di tengah meningkatnya resistensi antibiotik. Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) adalah salah satu tanaman yang kaya akan senyawa bioaktif, termasuk flavonoid, dan telah terbukti memiliki beragam aktivitas terapeutik, termasuk antibakteri. Jerawat, masalah kulit umum yang disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus epidermidis, sering menunjukkan resistensi terhadap antibiotik konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi buah mahkota dewa terhadap S. epidermidis secara in silico dan in vitro melalui identifikasi kandungan kimia. Metode yang digunakan untuk uji in silico yaitu penambatan molekuler terhadap reseptor Filamenting temperature-sensitive mutant Z (FtsZ) yang merupakan salah satu protein utama pada Staphylococcus epidermidis. Metode pengujian in vitro dilakukan melalui penentuan nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM). Hasil LC-HRMS pada ekstrak dan dua fraksi menunjukkan beberapa senyawa aktif seperti quercetin dan naringenin yang berpotensi sebagai agen antijerawat. Hasil in silico menunjukkan bahwa semua ligan uji berpotensi sebagai inhibitor protein FtsZ Staphylococcus epidermidis dengan nilai energi afinitas yang lebih tinggi dari tetrasiklin sebagai ligan pembanding. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) menunjukkan bahwa ekstrak etanol, fraksi etil asetat, dan fraksi butanol buah mahkota dewa memiliki nilai KHM yang berkisar pada konsentrasi 0,25-1% dan KBM pada konsentrasi 0,25-1%. Berdasarkan hasil pengujian in silico dan in vitro dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi buah mahkota dewa memiliki potensi sebagai agen antijerawat.
