PEMANFAATAN KEANEKARAGAMAN JENIS LICHEN DI KOTA PEKANBARU SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS UDARA
DOI:
https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2026.13479Keywords:
Keanekaragaman, Lichen, Bioindikator, Kualitas UdaraAbstract
Lichen memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi keanekaragaman jenisnya. Kota Pekanbaru yang mengalami peningkatan jumlah kendaraan bermotor setiap tahunnya menyebabkan meningkatnya emisi gas yang dilepaskan ke udara. Hal tersebut berpotensi menurunkan keanekaragaman jenis lichen yang terdapat di Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas udara di Kota Pekanbaru dengan memanfaatkan lichen sebagai bioindikator. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari 4 stasiun pengamatan berdasarkan tingkat volume kendaraan. Stasiun pengamatan dengan volume kendaraan bermotor tertinggi berada di Jalan Sudirman, volume kendaraan sedang di Jalan Arifin Ahmad, volume kendaraan rendah di Jalan Labersa, dan volume kendaraan sangat rendah di Hutan Kota Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil sampel lichen pada 10 pohon di setiap stasiun yang terdapat di Kota Pekanbaru dengan menggunakan metode plot. Analisis data secara kuantitatif dilakukan dengan metode menghitung indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan indeks kemurnian atmosfer (IAP). Nilai H’ dan IAP terendah terdapat di Jalan Sudiman dengan volume kendaraan tertinggi. Sedangkan, Nilai H’ dan IAP tertinggi terdapat di Hutan Kota Pekanbaru dengan volume kendaraan terendah. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara keanekaragaman lichen dengan tingkat kualitas udara.
