ETNOBOTANI TANAMAN OBAT FAMILI ZINGIBERACEAE OLEH WARGA KASEPUHAN DI KAMPUNG ADAT, KABUPATEN SUKABUMI
DOI:
https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2026.13826Keywords:
Keanekaragaman , Etnobotani , Warga Kasepuhan , Kampung Adat , Zingiberaceae , SukabumiAbstract
Warga Kasepuhan merupakan komunitas warga yang menjaga dan memelihara budaya asli sunda yang sampai sekarang masih memanfaatkan tanaman obat khususnya Famili Zingiberaceae dalam memelihara kesehatan maupun pengobatan yang berada di Kampung Adat. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui variasi Famili Zingiberaceae, cara pengolahan dan penggunaan dalam pengobatan, Indeks Nilai Penting (INP), Nilai Indeks Ekologi (NIE) dari Famili Zingiberaceae yang dimanfaatkan oleh warga kasepuhan di Kampung Adat. Teknik pengambilan data menggunakan snowball sampling dengan responden berjumlah 20 orang yang merupakan penduduk asli kampung Adat. Data informasi didapatkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi langsung dan triangulasi data. Penelitian ini mendapatkan 17 tanaman Famili Zingiberaceae yang didominasi oleh Zingiber officinale cv. bodas (226) dan Wurfbainia compacta (217). Organ tumbuhan yang banyak dimanfaatkan oleh warga kasepuhan adalah rimpang (76%). Cara pengolahan tumbuhan obat yang paling dimanfaatkan yaitu dengan cara direbus (59%). INP dengan nilai tertinggi 37,31 (Zingiber officinale cv. bodas), NIE dari Famili Zingiberaceae terdiri dari nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 2,548 (kategori sedang), nilai kemerataan (E) sebesar 0,865 (kategori tinggi) dan nilai dominansi (C) sebesar 0,104 (kategori rendah).
