FORMULASI OBAT HERBAL IKAN DARI EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan, L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PATOGEN IKAN
DOI:
https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2026.14275Keywords:
Obat Ikan, Caesalpinia sappan, antimikroba, Patogen Ikan, Aeromonas hydrophila, Aeromonas sobria, Edwardsiella ictaluri, Streptococcus iniaeAbstract
Kegagalan panen dalam budidaya ikan, khususnya di Provinsi Jambi, sering disebabkan oleh infeksi bakteri patogen seperti Aeromonas hydrophila, A. Sobria, Edwardsiella ictaluri, dan Streptococcus iniae. Penggunaan antibiotik sintetis secara berlebihan telah menimbulkan resistensi mikroba serta berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe obat herbal ikan berbasis ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dalam bentuk larutan perendaman yang memiliki aktivitas antibakteri tinggi terhadap bakteri penyebab penyakit ikan. Metode penelitian meliputi ekstraksi kayu secang dengan pelarut etanol 96%, formulasi tiga jenis larutan perendaman menggunakan kombinasi bahan tambahan (Tween 80, PEG 400, dan gliserin), dan uji aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap empat bakteri patogen ikan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula III (mengandung gliserin sebagai bahan tambahan) menghasilkan zona hambat terbesar terhadap keempat bakteri uji, menunjukkan aktivitas antibakteri paling tinggi dan stabilitas larutan yang baik. Formula III memiliki zona hambat rata-rata sebesar 16 cm untuk keempat bakteri A. hydrophila, A. Sobria, E. ictaluri, dan S. iniae dengan katergori kuat. Dengan demikian, Formula III ditetapkan sebagai formulasi terbaik untuk dikembangkan menjadi prototipe obat herbal ikan yang efektif dan aman digunakan dalam sistem budidaya perikanan.
