UJI PEREDAMAN AKTIVITAS RADIKAL BEBAS 2,2-DIPHENYL-1-PICRYLHYDRAZYL (DPPH) DAN SKRINING TOKSISITAS EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.)
DOI:
https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2026.14817Keywords:
Annona muricata L. , sirsak , toksisitas , BSLT , antioksidan , DPPHAbstract
Penyakit degeneratif menempati posisi tertinggi sebagai penyebab kematian di Indonesia, yang disebabkan oleh akumulasi reactive oxygen species (ROS) yang mempercepat kematian sel. Salah satu pencegahannya adalah melalui suplementasi antioksidan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah daun sirsak (Annona muricata L.). Namun, pengembangan obat herbal dari tanaman alami juga harus mempertimbangkan keamanan bahan obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia, aktivitas peredaman radikal bebas 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH), serta tingkat toksisitas berdasarkan skrining brine shrimp lethality test (BSLT) pada ekstrak daun sirsak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik menggunakan ekstrak daun sirsak. Analisis fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder, metode DPPH digunakan untuk menguji peredaman radikal bebas, dan metode BSLT digunakan untuk skrining toksisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik dan steroid dengan nilai IC50 pada uji peredaman radikal bebas DPPH sebesar 66,62 ppm, yang dikategorikan memiliki aktivitas peredaman radikal bebas yang kuat. Nilai LC50 ekstrak daun sirsak pada skrining BSLT adalah 138,48 ppm, dengan kategori toksisitas sedang.
