FLORA TANAMAN HIAS YANG DIPERDAGANGKAN DI KOTA PALU SULAWESI TENGAH

Authors

  • Ramadanil Pitopang Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako
  • Wahda Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2026.14938

Keywords:

Keanekaragaman, hias, tumbuhan yang diperdagangkan, Palu

Abstract

Penelitian mengenai flora tanaman hias yang diperdagangkan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dilakukan pada bulan September–November 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman hias yang diperdagangkan, mengetahui famili dominan, tipe habitus, status konservasi, asal tumbuhan, serta kisaran harga jual tanaman hias di Kota Palu. Metode yang digunakan adalah eksplorasi botani dengan teknik purposive sampling pada enam sentra penjualan tanaman hias di Kota Palu, yaitu Selecta Indah, Pusat Penjualan Tanaman Hasanudin, Budi Daya Bunga Hutan Kota, Penjualan Bunga Pasar Manonda, Florist Suprapto, dan Rumah Bibit Pesona. Seluruh spesimen diamati, didokumentasikan, dan diidentifikasi di Laboratorium Biosistematika Tumbuhan dan Herbarium Celebense (CEB), Universitas Tadulako. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 93 spesies tanaman hias yang tergolong ke dalam 41 famili, 73 genus tumbuhan berbunga, dan 1 spesies paku-pakuan. Famili Araceae merupakan famili dengan jumlah spesies terbanyak (18 spesies), diikuti Asparagaceae (12 spesies) dan Arecaceae (7 spesies). Berdasarkan habitusnya, tanaman herba mendominasi perdagangan tanaman hias di Kota Palu dengan 35 spesies, diikuti pohon 27 spesies dan perdu 17 spesies. Sebagian besar tanaman hias yang diperdagangkan merupakan spesies introduksi yang berasal dari Afrika, Asia, Amerika, dan Oseania, sedangkan spesies asli Sulawesi yang ditemukan relatif sedikit, seperti Diospyros celebica. Tanaman hias dengan harga tertinggi saat observasi lapangan dilakukan adalah Ceiba pentandra dengan kisaran harga Rp3.000.000–Rp5.000.000, diikuti Cycas revoluta dan Zamia furfuracea. Penelitian ini menunjukkan bahwa perdagangan tanaman hias di Kota Palu didominasi oleh spesies introduksi bernilai ekonomi tinggi dan mencerminkan pengaruh pasar tanaman hias nasional terhadap keragaman flora yang diperdagangkan.

Downloads

Published

2026-08-31