STRUKTUR KOMUNITAS MIKROALGA EPIFIT PADA DAUN LAMUN Enhalus acoroides DI EKOSISTEM LAMUN SEBAGAI BIOMONITORING PERUBAHAN LINGKUNGAN PULAU-PULAU KECIL DI MALUKU

Authors

  • Irma Kesaulya Jurusan Ilmu Kelautan/Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura
  • Imanuel V. T. Soukotta Jurusan Ilmu Kelautan/Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura
  • Taufiniringsi Kesaulya Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perairan/Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura

DOI:

https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2026.15956

Keywords:

Bioindicator, Enhalus acoroides, Ephiphytes, pulau Haruku, Saparua dan Nusalaut

Abstract

Epifit mikroalga yang hidup menempel pada daun lamun merupakan organisme yang dapat digunakan sebagai bioindikator di ekosistem laut. Hal ini berhubungan dengan kondisi perairan di pulau-pulau kecil di Maluku  yang rentan terhadap fenomena pemanasan global yang memberikan dampak bagi ekosistem lamun di pesisir di pulau-pulau kecil. Sejauh ini, informasi tentang penggunaan epifit mikroalga sebagai bioindikator perubahan ekosistem laut di pulau-pulau kecil di Maluku masih terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari perbedaan parameter fisik lingkungan dengan menggunakan organisme epifit yang menempel pada daun Enhalus acoroides sebagai salah satu bioindikator perubahan parameter fisik perairan seperti suhu, salinitas, dan pH. Tiga stasiun penelitian dipilih mewakili pulau-pulau kecil di Maluku yaitu pulau Haruku (Negeri Ori), pulau Saparua (Negeri Siri Sori) dan pulau Nusalaut (Negeri Akoon). Parameter suhu, salinitas dan pH diukur secara in situ, sedangkan sampel organisme epifit diambil dari bagian pangkal dan ujung permukaan daun  Enhalus acoroides. Sampel diawetkan dan diidentifikasi dengan menggunakan mikroskop serta dihitung kepadatannya. Indeks keragaman jenis organisme epifit dihitung untuk mengkaji distribusi spasial antar stasiun dan antar posisi ujung dan pangkal daun. Hasil penelitian ini menunjukkan variasi perubahan parameter suhu, salinitas dan pH yang kecil antar stasiun di tiga pulau yang berbeda.   Epifit yang ditemukan pada ketiga stasiun yaitu Triceratium sp., Chaetoceros sp., Coscinodiscus sp., Biddulphia sp., Planktoniella sol, Melosira sp dan Synedra sp. Kepadatan epifit berbeda antara bagian ujung dan pangkal daun,  bagian ujung daun sedikit lebih tinggi keragamannya dari pada di pangkal daun. Hasil penelitian ini yang merupakan preliminer studi menunjukkan bahwa mikroorganisme epifit yang hidupnya berkelompok ditemukan pada semua stasiun baik di ujung ataupun pangkal daun E. acoroides. Hal ini mengindikasi bahwa spesies-spesies tersebut dapat beradaptasi dengan struktur mikro gradien fisika-kimia seperti suhu, salinitas dan pH di sekitar ekosistem lamun yang juga mempengaruhi pertumbuhan epifit dan selanjutnya dapat dipakai sebagai bioindikator perubahan lingkungan perairan sebagai akibat dari pemanasan global.  Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem lamun sebagai habitat dari epifit mikroalga yang jug berperan untuk meningkatkan produktivitas perairan serta dapat dipakai sebagai bioindikator perubahan parameter fisik perairan pantai.

Downloads

Published

2026-08-31