INTERAKSI ANTARA MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DAN MASYARAKAT DI KABUPATEN SIAK, PROVINSI RIAU, INDONESIA

Authors

  • Sri Wahyuni Program Studi Biologi, Fakultas Kehutanan dan Sains, Universitas Lancang Kuning,
  • Syadila Aryani Program Studi Biologi, Fakultas Kehutanan dan Sains, Universitas Lancang Kuning
  • Aldian Djamaludin Program Studi Biologi, Fakultas Kehutanan dan Sains, Universitas Lancang Kuning
  • Kepin Zulhendra Program Studi Biologi, Fakultas Kehutanan dan Sains, Universitas Lancang Kuning
  • Pebrian Aditia Program Studi Biologi, Fakultas Kehutanan dan Sains, Universitas Lancang Kuning
  • Muhammad Azhari Akbar Pusat Riset Sistem Biota, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Rengga Meinanda Putra Program Studi Biologi, Fakultas Kehutanan dan Sains, Universitas Lancang Kuning

DOI:

https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2026.5591

Keywords:

crop-raiding, konflik, M. fascicularis, provisioning, Siak

Abstract

Potensi konflik antara hewan primata dan manusia dapat meningkat jika hewan primata tersebut hidup di dekat lingkungan manusia. Hal ini terjadi di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia, di mana monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang hidup di jalur provinsi sering menimbulkan gangguan bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui wilayah sebaran gangguan, ukuran kelompok, serta jenis dan intensitas gangguan yang ditimbulkan oleh monyet ekor panjang di kawasan tersebut dan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dari Mei - Juni 2024. Data dikumpulkan melalui survei lapangan dan wawancara langsung terhadap 30 orang responden dewasa yang merupakan masyarakat setempat. Daerah gangguan tersebar pada enam titik lokasi yang berbeda. Pengamat menjumpai 187 individumonyet di lokasi penelitian yang tersebar pada tujuh lokasi tersebut dengan jumlah individu perkelompok berkisar antara 17-42 ekor. Jenis-jenis gangguan yang ditimbulkan oleh monyet ekor panjang berupa mencuri makanan, mencuri barang, merusak kebun (crop raiding), dan menyerang manusia. Gangguan yang paling sering terjadi adalah mencuri makanan dan merusak kebun. Konflik lebih sering terjadi di daerah kebun masyarakat dan daerah dengan aktivitas provisioning. Kerugian finansial akibat konflik secara rinci belum dapat ditaksir pada penelitian ini. Konflik antara masyarakat dan monyet ekor panjang yang terjadi di lokasi ini sangat perlu dicarikan solusi untuk mengurangi kerugian dan menguntungkan keberlangsungan populasi monyet ekor panjang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Downloads

Published

2026-04-20