KERAGAMAN DAN POTENSI BAKTERI ENDOFIT MATOA (Pometia pinnata) SEBAGAI PENGHASIL AGEN ANTIMIKROBA
DOI:
https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2026.7177Keywords:
antimikroba, endofit, Pometia pinnata, 16S rRNAAbstract
Bakteri endofit merupakan mikroorganisme yang hidup pada jaringan tanaman tanpa menimbulkan dampak negatif, namun memberikan manfaat bagi inangnya. Matoa (Pometia pinnata) diketahui memiliki senyawa antimikroba. Senyawa metabolit sekunder yang ada pada tanaman tidak terlepas dari interaksinya dengan mikroba endofit yang hidup di jaringan tanaman. Meningkatnya resistensi antibiotik menyebabkan pencarian senyawa antibiotik terus dilakukan. Bakteri endofit dari P. pinnata diharapkan dapat menjadi sumber senyawa antibiotik baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengetahui keanekaragaman bakteri endofit tanaman matoa yang dapat dikulturkan, dan mengetahui potensinya sebagai antimikroba. Metode skrining untuk mengetahui aktivitas antimikroba menggunakan metode agar plug dan metode difusi cakram. Hasil isolasi bakteri endofit dari tanaman matoa diperoleh 32 isolat bakteri. Karakterisasi morfologi dari 32 isolat bakteri endofit yang diperoleh menunjukkan bahwa warna koloni terbanyak adalah signal white, traffic yellow dan light pink. Uji skrining aktivitas antimikroba diperoleh 2 isolat yang mempunyai daya hambat terhadap seluruh mikroba uji yaitu DMS4 dan PK1. Ekstrak isolat DMS4 dan PK1 diuji antimikroba, hasilnya menunjukkan adanya penghambatan pada konsentrasi 1000 ppm pada ekstrak etil asetat. Berdasarkan analisis sekuensing gen 16S rRNA isolat PK1 mempunyai kemiripan 99,18% dengan Stenotrophomonas rhizophila dan DMS4 99,85% mirip dengan Brucella haematophila.
