ΕΤΝΟΒΟΤΑNI MASYARAKAT DAYAK BEKATI DI DESA CIPTA KARYA KABUPATEN BENGKAYANG
Keywords:
Dayak Bekati, Etnobotani, Identifikasi, Nilai Guna TumbuhanAbstract
Kehidupan masyarakat etnis Suku Dayak Bekati di Desa Cipta Karya Kabuaten Bengkayang memiliki interaksi yang sangat erat dengan tumbuhan dilingkungannya. Pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat untuk melangsungkan kehidupan sangat penting dilakukan dalam upaya cagar budaya dan pelestarian alam khususnya pengetahuan masyarakat agar tidak punah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan tradisional mengenai pemanfaatan tumbuhan (etnobotani) pada masyarakat Suku Dayak Bekati di Desa Cipta Karya. Metode penentuan responden dengan menggunakan metode pusposive sampling dan snowball. Pengambilan data di lapangan berupa kuisioner dan data tumbuhan yang berguna di Desa Cipta Karya. Hasil penelitian ditemukan bahwa tumbuhan oleh Suku Dayak Bekati di Desa Cipta Karya digunakan sebagai obat, tanaman hias, pangan dan kerajinan. Jumlah tanaman yang ditemukan adalah 129 spesies dari 47 famili. Famili terbesar dari katagori tanaman hias dari Famili Araceae (67%), tumbuhan obat dari Famili Zingiberaceae (55%). tumbuhan sandang Arecaceae (45%), tumbuhan pangan berasal dari Famili Myrtaceae (35%), Persentase penggunaan bagian tumbuhan terbesar sebagai obat dan pangan adalah organ daun masing-masing sebesar 27,35% dan 22,89%. Nilai pemanfaatan tumbuhan paling tinggi yaitu dengan cara direbus yaitu 35,3%. Nilai frekuensi sitasi berkisar antara 40%-100%. Nilai frekuensi sitasi tertinggi (100%) terdapat pada beberapa tumbuhan, seperti tumbuhan jeruju (Acanthus ilicifolius L.), kamboja (Adenium obesum (Forssk.) Roem. & Schult), durian lundo (Annona muricata L., sedangkan nilai frekuensi sitasi yang terendah (40%) terdapat pada beberapa tumbuhan, seperti Alamanda chatartica L., Aloe vera (L.) Burm.f. dan Asystasia gangetica (L.) T.Anderson. Lokasi pengambilan tumbuhan pangan banyak ditemukan di hutan dengan persentase sebesar 42,74%.
