TINGKAT KEBERHASILAN PENETASAN TELUR PENYU BELIMBING (Dermochelys coriacea) DAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI SARANG SEMI ALAMI PADA PANTAI KECAMATAN PANGA KABUPATEN ACEH JAYA

Authors

  • Maria Ulfah Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala
  • Fauzan Maulana Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala
  • Nur Fadli Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala
  • Widya Sari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala
  • Mutia Ramadhaniaty Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala
  • Fauzan Aulia Wildlife Conservation Society Indonesia Program
  • Murniadi Kelompok Konservasi Penyu Aroen Meubanja
  • Gunawan Alza Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh
  • Tutia Rahmi Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh
  • Oni Kandi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh

DOI:

https://doi.org/10.55981/berita_biologi.2026.9072

Keywords:

penyu, telur, persentase penetasan, suhu inkubasi , sedimen

Abstract

Penyu adalah makhluk yang menggantungkan siklus hidupnya pada sarang peneluran yang memiliki suhu inkubasi yang bervariasi. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2022 sampai bulan April 2023 di kawasan pantai Kecamatan Panga, kecamatan tersebut terdiri dari 3 desa yaitu, desa Keude Panga, Kuta Tuha dan Alue Piet. Penelitian ini fokus pada suhu inkubasi, kondisi sarang, dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi penetasan telur penyu di pesisir Kecamatan Panga seperti lebar pantai, kemiringan pantai, tekstur sedimen dan pH pasir. Suhu inkubasi penetasan telur penyu berkisar 30,55℃ hingga 31,83℃. Tingkat keberhasilan penetasan telur penyu berkisar 0% hingga 80%. Nilai kemiringan pantai berkisar 1,8° hingga 4,2°. Tekstur sedimen disetiap pantai didominasi oleh pasir yang berada pada nilai diatas 80%. Hasil analisis pH di kawasan tersebut berkisar 8,4 hingga 9,4.

Downloads

Published

2026-08-31