Assimilation Capacity Of BOD, Fecal Coliform, and MBAS in Kampar River Water, Riau Province Daya Asimilasi BOD, Koliform Fekal, dan MBAS pada Air Sungai Kampar, Provinsi Riau

Main Article Content

Monalisa Hasibuan
Indra Agus Lukman
Saberina Hasibuan

Abstract

Abstrak


Sungai Kampar berasal dari Sumatra Barat dan bermuara di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, melewati permukiman masyarakat. Air sungai dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik, penangkapan ikan, serta kegiatan budidaya ikan dalam keramba jaring apung. Perkembangan sektor industri pertanian dan perkebunan, serta kegiatan penambangan pasir dan kerikil (sirtu) yang berada di daerah aliran Sungai (DAS) Kampar pada umumnya belum memenuhi kriteria keberlanjutan lingkungan. Kondisi ini menimbulkan ketidakseimbangan antara upaya pemanfaatan dan upaya pelestarian di DAS Kampar yang kemudian memicu permasalahan ekosistem lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menghitung daya tampung beban pencemaran dan kapasitas asimilasi (AC) BOD, Fecal Coliform, dan Metilen Biru Aktif Substansi (MBAS) pada lokasi Pemantauan Kualitas Air (WQM) di Desa Danau Bingkuang, Sungai Kampar. Metode survei dilakukan dengan mengumpulkan data dari populasi representatif (sampel). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa beban pencemaran terukur (PL) untuk BOD, Fecal Coliform, dan MBAS berada di bawah nilai maksimum daya tampung beban pencemaran (MPLC) untuk parameter BOD, Fecal Coliform, dan MBAS. Kapasitas asimilasi (AC) pada titik pemantauan TPP-12 Desa Danau Bingkuang tahun 2020 adalah: BOD sebesar 1,54 Kg/hari, Fecal Coliform sebesar 1,06 Kg/hari, dan MBAS sebesar 0,03 Kg/hari.


 


Abstract


The Kampar River originates in West Sumatra and flows into Teluk Meranti, Pelalawan Regency, passing through community settlements. The water is utilized for domestic purposes, fishing, and fish farming activities in floating cage systems. The development of the agricultural and plantation industry sectors, as well as sand and gravel (sirtu) mining located in the Kampar watershed, has generally not met environmental sustainability criteria and has resulted in an imbalance between utilization efforts and conservation efforts in the Kampar watershed, causing environmental ecosystem problems. The purpose of this study was to calculate the pollution load capacity and assimilation capacity (AC) of BOD, Fecal Coliform, and Methylene Blue Active Substances (MBAS) at the Water Quality Monitoring (WQM) location in Danau Bingkuang Village, Kampar River. The survey method was conducted by collecting data from a representative population (sample). The calculation results showed that the measured pollution load (PL) for BOD, Fecal Coliform, and MBAS was below the maximum pollution load capacity (MPLC) for BOD, Fecal Coliform, and MBAS. The AC at monitoring point TPP-12 Danau Bingkuang Village in 2020 was: BOD = 1.54 Kg/day, Fecal Coliform = 1.06 Kg/day, and MBAS = 0.03 Kg/day

Article Details

How to Cite
Hasibuan, M., Lukman, I. A., & Hasibuan, S. (2026). Assimilation Capacity Of BOD, Fecal Coliform, and MBAS in Kampar River Water, Riau Province: Daya Asimilasi BOD, Koliform Fekal, dan MBAS pada Air Sungai Kampar, Provinsi Riau. Jurnal Teknologi Lingkungan, 27(1), 012–021. Retrieved from https://ejournal.brin.go.id/JTL/article/view/1090
Section
RESEARCH ARTICLES