Landscape Planning for Public Green Open Space Based on the Urban Heat Island Phenomenon in Tanah Sareal District, Bogor City Perencanaan Lanskap Ruang Terbuka Hijau Publik Berbasis Fenomena Urban Heat Island di Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor

Main Article Content

Saadillah Ausigis Subandar
Bambang Sulistyantara
Afra Donantha Nimia Makalew

Abstract

Abstract


Fenomena Urban Heat Island (UHI) merupakan masalah lingkungan perkotaan yang semakin signifikan, khususnya di daerah dengan tingkat urbanisasi tinggi, seperti Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Studi ini bertujuan untuk merumuskan rencana lanskap ruang terbuka hijau publik sebagai strategi mitigasi peningkatan suhu permukaan. Pendekatan yang digunakan menggabungkan analisis spasial citra satelit Sentinel-2A dan analisis sosial partisipatif berdasarkan hasil survei dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Sukaresmi memiliki potensi terbesar untuk dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau publik, dengan total luas lahan potensial sekitar 0,305 km², melebihi persyaratan minimum 20% dari total luas lahan. Rencana lanskap tersebut mencakup perencanaan spasial, sirkulasi ekologis, dan penataan vegetasi untuk fungsi ekologis, sosial, dan estetika. Studi ini menekankan pentingnya integrasi spasial dan sosial dalam perencanaan lanskap perkotaan yang adaptif terhadap perubahan iklim.


 


Abstrak


The Urban Heat Island (UHI) phenomenon is an increasingly significant urban environmental problem, particularly in areas with high urbanization rates, such as Tanah Sareal District, Bogor City. This study aims to formulate a landscape plan for public green open spaces as a mitigation strategy for increasing surface temperatures. The approach combines spatial analysis of Sentinel-2A satellite imagery and participatory social analysis based on survey results and field observations. The results indicate that Sukaresmi Village has the greatest potential for development as a public green open space, with a total potential land area of approximately 0.305 km², exceeding the minimum requirement of 20% of the total area. The landscape plan includes spatial planning, ecological circulation, and vegetation arrangement for ecological, social, and aesthetic functions. This study emphasizes the importance of spatial and social integration in urban landscape planning that is adaptive to climate change

Article Details

How to Cite
Subandar, S. A., Sulistyantara, B., & Makalew, A. D. N. (2026). Landscape Planning for Public Green Open Space Based on the Urban Heat Island Phenomenon in Tanah Sareal District, Bogor City: Perencanaan Lanskap Ruang Terbuka Hijau Publik Berbasis Fenomena Urban Heat Island di Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. Jurnal Teknologi Lingkungan, 27(1), 033–044. Retrieved from https://ejournal.brin.go.id/JTL/article/view/12909
Section
RESEARCH ARTICLES