Determination of Water Quality Status using the Seawater Pollution Index Method in Eastern Sabang City Penentuan Status Mutu Perairan dengan Metode Indeks Pencemaran Air Laut di Timur Kota Sabang
Main Article Content
Abstract
Abstrak
Pemantauan kualitas perairan merupakan hal yang penting untuk dilakukan, khususnya di perairan pesisir yang umumnya rentan terhadap pencamaran perairan. Wilayah Kota Sabang merupakan kawasan yang potensial dikembangkan untuk sektor pariwisata. Dengan tingginya rumah tangga perikanan dan adanya aktivitas antropogenik dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas perairan di wilayah timur Kota Sabang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi perairan laut terhadap aktivitas wisata bahari di Pantai Timur Kota Sabang dengan menggunakan metode indeks pencemaran dari tahun 2020 sampai 2022 di Mata Ie Resort dan Sumur Tiga. Metode penganalisisan dilakukan dengan indeks pencemaran menggunakan data sekunder dari DLHK Kota Sabang dengan data musim kemarau dari tahun 2020 sampai 2022. Hasil analisis pengukuran parameter fisika, kimia, dan biologi didapatkan bahwa karakteristik ketercemaran air pada tahun 2020 di Sumur Tiga tercemar sedang (5,1) dan di Mata Ie Resort tercemar sedang (5,3); pada tahun 2021 di Sumur Tiga tercemar ringan (4,9) dan di Mata Ie Resort tercemar ringan (4,3); dan 2022 di Sumur Tiga tercemar sedang (5,1) dan di Mata Ie Resort tercemar ringan (4,8). Perairan yang memiliki nilai di atas ambang batas baku mutu yang telah ditetapkan tidak hanya membahayakan kehidupan biota dan lingkungan laut, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan manusia, serta dapat merugikan secara sosial ekonomi. Secara keseluruhan pemantauan kualitas perairan perlu dilakukan secara terus menerus di Perairan Timur Kota Sabang agar kondisi lingkungan perairannya tetap terjaga sehingga tidak berdampak buruk pada wisatawan yang berkunjung dan melakukan aktivitas wisata bahari.
Abstract
Water quality monitoring is essential, especially in coastal waters, which are generally vulnerable to water pollution. Sabang City is a potential area for development in the fisheries sector. With the high number of fishing households and anthropogenic activities, it is feared that they can reduce water quality in the eastern region of Sabang City. The purpose of this study was to evaluate the condition of marine waters for marine tourism activities on the east coast of Sabang City using the pollution index method from 2020 to 2022 at Mata Ie Resort and Sumur Tiga. The analysis method uses the Pollution Index, secondary data from DLHK Sabang City, and dry season data from 2020 to 2022. The results of the analysis of measurements of physical, chemical and biological parameters showed that the characteristics of water pollution in 2020 in Sumur Tiga were moderately polluted (5.1) and in Mata Ie Resort were moderately polluted (5.3); in 2021 in Sumur Tiga were lightly polluted (4.9) and in Mata Ie Resort were lightly polluted (4.3); and 2022 in Sumur Tiga were moderately polluted (5.1) and in Mata Ie Resort were lightly polluted (4.8). Waters that have values above the predetermined quality standard threshold not only endanger the life of biota and the marine environment, but can also endanger human health and be detrimental socio-economically. Overall, the water quality of the eastern waters of Sabang City needs to be monitored to maintain the environmental conditions for sustainable marine tourism activities
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.