Study of Environmental Carrying Capacity to Support Increased Agricultural Land Productivity in Bantaeng Regency Studi Kapasitas Daya Dukung Lingkungan untuk Mendukung Peningkatan Produktivitas Lahan Pertanian di Kabupaten Bantaeng
Main Article Content
Abstract
Abstrak
Salah satu fenomena perubahan iklim yang banyak dibahas belakangan ini adalah fenomena El Niño yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan. Selain itu, konversi lahan juga berdampak buruk pada ketersediaan lahan di Kabupaten Bantaeng. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung lingkungan termasuk daya dukung air dan daya dukung lahan di Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini dilakukan dengan menggabungkan analisis deskriptif kuantitatif untuk membandingkan ketersediaan air dan lahan dengan kebutuhan air dan lahan, dan hasilnya kemudian diklasifikasikan ke dalam kelas daya dukung air (DDA) dan daya dukung lahan (DDL). Kemudian dilanjutkan dengan analisis SWOT dan IFAS-EFAS untuk menentukan strategi peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Bantaeng. Berdasarkan hasil perhitungan Daya Dukung Air di Kabupaten Bantaeng, angka 4,72, yang termasuk kategori daya dukung air yang baik. Sementara itu, DDL di Kabupaten Bantaeng menunjukkan angka 0,007, yang dikategorikan sebagai daya dukung lahan berlebih atau buruk. Sementara itu, berdasarkan hasil analisis SWOT dan matriks IFAS-EFAS, strategi yang harus segera dilakukan berada di kuadran ST. Strategi ini mencakup: 1) Mengelola kualitas sumber air yang tersedia; 2) Memanfaatkan jenis tanah dan iklim yang mendukung melalui penanaman vegetasi yang memiliki nilai ekonomi dan ekologi tinggi; 3) Meminimalkan kegiatan konversi lahan menjadi permukiman dan tambang nikel, menggantinya dengan jenis lahan yang memiliki nilai ekonomi dan ekologi tinggi seperti hutan atau hutan bakau; dan 4) Penetapan aturan untuk mengurangi konversi lahan.
Abstract
One of the climate change phenomena that has been discussed in recent times is the El Nino phenomenon which causes prolonged drought. In addition, land conversion also has a bad impact on land availability in Bantaeng Regency. Therefore, this study aims to determine the environmental carrying capacity including water carrying capacity and land carrying capacity in Bantaeng Regency. The research was conducted by combining quantitative descriptive analysis to compare water and land availability with water and land needs, and the results were then classified into water carrying capacity (DDA) and land carrying capacity (DDL) classes. Then it continued with SWOT and IFAS-EFAS analysis to determine strategies to increase agricultural productivity in Bantaeng Regency. Based on the results of the calculation of the Water Carrying Capacity in Bantaeng Regency, the number 4.72, which is a category of good water carrying capacity. Meanwhile, DDL in Bantaeng Regency shows a figure of 0.007, which is categorized as excess or poor land carrying capacity. Meanwhile, based on the results of the SWOT analysis and the IFAS-EFAS matrix, the strategy that must be carried out immediately is in the ST quadrant. The strategy includes: 1) Managing the quality of available water sources; 2) Utilizing soil types and a supportive climate through planting vegetation that has high economic and ecological value; 3) Minimizing land conversion activities into settlements and nickel mines, replacing them with land types that have high economic and ecological value such as forests or mangroves and; 4) Establishment of rules to reduce land conversion
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.