Spirit Kultural Masyarakat dan Seniman Lokal terhadap Popularitas Kesenian Randai Tradisional di Era Digitalisasi
DOI:
https://doi.org/10.55981/tambo.2025.13636Keywords:
Randai performance, cultural spirit of the community, local artistsAbstract
The objective of this article is to identify and analyze the spirit of the community and local artists in sustaining traditional Randai performance within the contemporary digital-culture era. The term digital culture is frequently used by local communities and is considered increasingly prominent and relevant in their socio-cultural life amid the ongoing currents of globalization. This study adopts an explanatory method, utilizing qualitative data collected through interviews and observations of socio-cultural phenomena and the current state of Randai. An ethnographic approach is employed, involving componential analysis, focused analysis, and the extraction of cultural themes. The findings indicate that Randai has undergone notable developments in the digital era, both in its structural elements and in its modes of presentation and packaging. These developments are driven by a strong communal and artistic spirit aimed at enhancing the interest of local audiences as well as international visitors. Moreover, the commitment and loyalty of the community and artists to Randai have further strengthened its cultural presence and stimulated its continuous transformation, ensuring its relevance to contemporary preferences in today’s digital age.
References
Andriani, T. (2012). Pantun Dalam Kehidupan Melayu (Pendekatan historis dan antropologis). Sosial Budaya, 9(2), 195–211.
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).
Aprilia, Z., Wicaksono, S. A., Juntoro, T. P., & Wehangara, Y. (2025). Dampak Globalisasi Terhadap Pelestarian Budaya Lokal di Masyarakat Umum. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 16(2), 2191-2200.
Azizah, Sarah, and Didin Hikmah Perkasa. "Strategi Kompensasi Terhadap Adaptasi Budaya Ekspatriat." Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (JEMSI) 6.3 (2025).
Bahardur, I. (2018). Kearifan Lokal Budaya Minangkabau dalam kesenian Pertunjukan Tradisional Randai. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 7(2), 145–160.
Darmawati, D. (2017). The Galombang Duo Baleh Dance from Local Tradition to the Performance of Creation Dance. Sixth International Conference on Languages and Arts (ICLA 2017). Atlantis Press.
Dukut, E. M. (Ed.). (2020). Kebudayaan, ideologi, revitalisasi dan digitalisasi seni pertunjukan Jawa dalam gawai. SCU Knowledge Media.
Eb, G. A. (2023). Globalisasi Budaya, Homogenisasi dan pengaruhnya terhadap identitas budaya lokal. Janaloka: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2 DESEMBER), 71-80.
Ediwar. (2010). Kekesenianan Randai dalam Konteks Budaya Rakyat Minangkabau. Jurnal Aswara, Juni.
Eka, E. F. (2018). Fungsi Pacu Itiak Bagi Masyarakat Nagari Sikabu-Kabu Tanjuang Haro Padang Panjang (Studi Kasus: Gelanggang Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Kecamatan Luhak, Kabupaten 50 Kota). Universitas Andalas.
Fahmiati, M., & Indrayuda, I. (2019). The Representation of Women in Galombang Creations Dance Produced by Syofiani Studio Padang City. Seventh International Conference on Languages and Arts (ICLA 2018). Atlantis Press.
Fatmawati, A., & Susmiarti, S. (2024). Bentuk Penyajian Tari Rampak Sapinggan Sanggar Sarunai Tonic Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh. Misterius: Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual., 1(1), 92-101.
Firdaus, D. R. S., Lubis, D. P., Susanto, D., & Soetarto, E. (2018). Potret Budaya Masyarakat Minangkabau Berdasar-kan Keenam Dimensi Budaya Hofstede. Jurnal Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(2).
Fitriyadi, I., & Alam, G. (2020). Globalisasi Budaya Populer Indonesia (Musik Dangdut) di Kawasan Asia Tenggara. Padjadjaran Journal of International Relations, 1(3), 251-269.
Fitrowati, A. R. (2007). Kemiskinan, Perempuan dan Kekerasan: Studi Etnografi Perempuan Buruh Bangunan pada Proyek Bangunan di Perumahan Galaxy Bumi Permai, Surabaya. UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Gunanto, A. R. (2015). Representasi spirit kultural supporter dalam film Romeo dan Juliet. Jurnal Visi Komunikasi/Volume, 14(2), 239–254.
Imriyanti, S. W., Arifin, M., & Asmal, I. J. (2017). Telaah Wujud Kebudayaan dalam Arsitektur Tradisional Makassar. Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI), 159–164.
Indrayuda. (2012). Eksistensi tari Minangkabau dalam sistem matrilinial dari era nagari, desa, dan kembali ke nagari. UNP Press.
Indrayuda, I. (2017). The Domination of Female in Galombang Dance: Between Traditional Idealism and Use to Performing Arts Market. Jurnal Harmonia, 17(2).
Indrayuda, I. (2019). Idealisme seniman Berdampak pada Marginalisasi Kekesenianan Indang Tradisi. Dance and Theatre Review: Jurnal Tari, Teater, Dan Wayang, 2(2).
Indrayuda, I., & Samsuddin, M. E. (2025). Indang dance: An innovation of baindang traditional art in Padang Pariaman. Multidisciplinary Science Journal, 7(2).
Insani, A. P., Indrayuda, I., & Susmiarti, S. (2020). Idealisme Syofyani terhadap gaya tari berdampak pada popularitas kekesenianannya. Jurnal Sendratasik, 8(3), 1–15.
Irianto, A. M. (2016). Komodifikasi budaya di era ekonomi global terhadap kearifan lokal: Studi kasus eksistensi industri pariwisata dan kekesenianan tradisional di Jawa Tengah. Jurnal Theologia, 27(1), 212–236.
Jung, C. G. (2019). The Spirit in Man, Art, and Literature: Betapa Dahsyatnya Spirit Manusia. IRCiSoD.
Kamal, Z. (2012). Eksistensi kesenian Pertunjukan Luambek dalam Kehidupan Masyarakat Nagari Kepala Hilalang Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Elektronik WACANA ETNIK, 3(1), 45–70.
Laila, L. (2016). Eksistensi Media Tradisional Sebagai Media Informasi Publik. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 19(2).
Marzam, M., Darmawati, D., & Mansyur, H. (2019). Tourist Art Packaging Randai Performance in Seribu Rumah Gadang Area Jorong Lubuk Jayanagari Koto Baru, Solok Selatan Regency, West Sumatra. Seventh International Conference on Languages and Arts (ICLA 2018). Atlantis Press.
Midawati, M. (2018). Ekonomi Masyarakat dan Pengaruh Parawisata kepada Penduduk Nagari Tuo Priangan di Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Analisis Sejarah, 7(1), 18–28.
Nastiti, A. D. (2010). Korean wave di Indonesia: Antara budaya pop, internet, dan spirit kultural pada remaja. Jakarta: Universitas Indonesia.
Nerosti, N., & Bujang, R. (2014). The Galombang of Indonesia: A Cultural dance Transition in Process (Galombang Indonesia: Proses Tansisi Tarian Budaya. Jurnal Pengajian Melayu, 24, 127–146.
Nizar, N. I., & Nazir, A. (2020). Faktor Human Capital Pada Pertumbuhan Ekonomi Kreatif. Jurnal Mandiri: Ilmu Pengetahuan, Seni, Dan Teknologi, 4(1), 52-65.
Nurish, A. (2019). Dari spirit kultural Ke Ekstremisme: Ilusi, Kecemasan, Dan Tindakan Kekerasan. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 21(1), 31–40.
Pranata, M. (2010). Teori multimedia instruksional. Malang: Universitas Negeri Malang dan Bayu Media Publisihing.
Pratama, R. (2022). Film Doctor Strange In The Multiverse Of Madness (2022) Sebagai Budaya Populer: Sebuah Perspektif Penonton Indonesia. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 5(2), 84-93.
Putri, K. A. (2019). Gaya Hidup Generasi Z sebagai Penggemar Fanatik Korean Wave. Universitas Diponegoro.
Rohmatika, R. V., & Hakiki, K. M. (2018). spirit kultural Beragama Yes, Ekstrimisme Beragama No; Upaya Meneguhkan Harmoni Beragama Dalam Perspektif Kristen. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 13(1), 1–22.
Rustiyanti, S. (2014). Musik internal dan eksternal dalam kekesenianan Randai. Resital: Jurnal kesenian Pertunjukan (Journal of Performing Arts), 15(2), 152–162.
Sa’diyah, S. S. (2019). Budaya Penggemar di Era Digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1).
Sari, R. K. (2017). Identitas Komunitas ARMY (fandom Bangtan Boys) Suatu Kajian Subkultur di Kota Surabaya. repository.unair.ac.id.
Sugita, I. W., & Pastika, I. G. T. (2021). Inovasi Seni Pertunjukan Drama Gong Pada Era Digital. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(3), 342-349.
Sujana, B. A. (2021). Dinamika Komunikasi Dalam Menghadapi Adaptasi Budaya. Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1), 4-12.
Suneki, S. (2012). Dampak globalisasi terhadap eksistensi budaya daerah. CIVIS, 2(1/Januari).
Surahman, S. (2016). Determinisme Teknologi Komunikasi dan Globalisasi Media Terhadap kesenian Budaya Indonesia. REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Dan Animasi, 12(1), 31–42.
Syawaludin, M. (2025). Budaya Pop dan Implikasinya Terhadap Identitas Sosial Budaya Milenial dan Generasi Z: Studi Kasus Tentang Memudarnya Identitas Melayu di Asia Tenggara, Indonesia. Journal of Syntax Literate, 10(9).
Tindaon, R. (2012). Kesenian Tradisional dan Revitalisasi. Ekspresi kesenian: Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya kesenian, 14(2).
Wirawanda, Y. (2019). Spirit kultural Fans Sepakbola terkait Flaming dan Netiquette. Komuniti: Jurnal Komunikasi Dan Teknologi Informasi, 10(2), 123–132.
Wiryatami, N. K. D., Wahyuni, N. K. S., & Ruma, N. W. S. M. (2025). Ajeg Bali Di Era Globalisasi: Pelestarian Seni Dan Budaya Melalui Partisipasi Aktif Generasi Muda Dengan Memanfaatkan Teknologi Digital. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), 5.
Yansyukral, F. (2012). Fungsi Musik Dalam kesenian Pertunjukan Randai Pada Minangkabau Art And Culture heritage (MACh) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Universitas Negeri Jakarta.
Zahra, F., Mustaqimmah, N., & Hendra, M. D. (2020). Kekuatan Media Digital Pada Pembentukan Budaya Populer (Studi Pada Komunitas Moarmy Pekanbaru). Komunikasiana: Journal of Communication Studies, 2(2), 109-122.
Zakaria, Z. L. S. (2011). Budaya Jakarta: Budaya Metropolitan, Budaya Pop, dan Superkultur. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Pranata Sosial, 1(2).
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tambo: Journal of Manuscript and Oral Tradition

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

